RADAR BANYUWANGI – Suasana tenang di Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, mendadak berubah mencekam pada Kamis (16/7) siang. Seorang pemuda berinisial SG (29) diduga mencoba mengakhiri hidupnya di dapur rumahnya. Beruntung, aksinya cepat diketahui keluarga sehingga nyawanya berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban, M (65), sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, M sedang menunaikan salat di kamar depan rumah ketika mendengar suara mencurigakan dari arah dapur.
Merasa ada yang tidak beres, M segera menuju sumber suara. Sesampainya di dapur, ia mendapati anaknya dalam kondisi tergantung dengan seutas tali yang melilit lehernya. M spontan berteriak meminta pertolongan warga.
Kanit Reskrim Polsek Kalibaru, Aiptu Eko Ari Sulistyo, mengatakan teriakan tersebut didengar kerabat korban dan warga sekitar. Dua saksi, yakni HA (49) dan ANJ (28), langsung berlari menuju dapur untuk memberikan pertolongan.
Saat tiba di lokasi, kondisi korban sudah melemah dengan wajah mulai membiru. Warga kemudian berupaya menopang tubuh korban untuk mengurangi tekanan pada leher sebelum memotong tali yang digunakan.
"Warga langsung memotong tali dan menurunkan tubuh korban yang sudah lemas," ujar Aiptu Eko.
Setelah korban berhasil dievakuasi, salah seorang warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalibaru. Petugas yang dipimpin Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi bersama Kanit Reskrim dan personel lainnya segera mendatangi lokasi.
Selain aparat kepolisian, Kepala Desa Kalibarumanis H. Andrian Bayu Donata serta tim medis dari Puskesmas Kalibaru juga turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan dan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, polisi menemukan bekas jeratan tali di leher korban. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa tali tampar plastik berwarna merah sepanjang sekitar 160 sentimeter dan sebuah kursi plastik hijau yang diduga digunakan sebagai pijakan.
"Barang bukti sudah diamankan, untung tidak ada yang serius, nyawa korban bisa diselamatkan," kata Aiptu Eko.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan beberapa kali kambuh.
"Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami depresi yang cukup parah setelah bercerai dengan istrinya. Kondisi depresi ini memang dilaporkan sering kambuh," ungkapnya.
Korban kemudian dievakuasi dalam kondisi masih hidup untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Atas persetujuan keluarga, SG dirujuk ke RSJ Lawang, Malang, agar memperoleh perawatan fisik sekaligus pendampingan kesehatan jiwa.
"Pihak keluarga sudah berkoordinasi dan bersedia agar korban dibawa ke RSJ guna mendapatkan perawatan psikis dan fisik lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Aiptu Eko.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Dukungan keluarga, lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan jiwa menjadi faktor penting untuk membantu seseorang yang mengalami depresi agar memperoleh penanganan sedini mungkin. (sas/sgt)
Editor : Ali SodiqinCatatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, atau layanan darurat kesehatan setempat. Dukungan dan pertolongan tersedia, dan Anda tidak harus menghadapinya sendirian.