RADAR BANYUWANGI - Guru SDN 1 Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Beny Wardana, dibuat syok saat hendak mencuci muka di kamar mandi sekolah. Bukannya menemukan air yang tenang, dia justru berhadapan dengan kepala ular piton sepanjang sekitar 1,5 meter yang muncul dari dalam bak kamar mandi.
Peristiwa yang mengagetkan itu terjadi di lingkungan SDN 1 Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, pada Senin (13/7). Temuan ular di area sekolah langsung dilaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi untuk mencegah risiko terhadap guru maupun siswa.
Guru yang pertama kali menemukan ular tersebut, Beny Wardana, memilih tidak mengambil tindakan sendiri karena khawatir ular menyerang. Laporan kemudian diteruskan kepada petugas Damkarmat yang segera bergerak menuju lokasi.
Petugas Damkarmat Sektor Srono Heri Siswanto mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.25 WIB dari warga yang menyampaikan adanya seekor ular piton berada di dalam bak kamar mandi sekolah.
"Menanggapi laporan, petugas langsung menyiapkan peralatan dan pelindung diri untuk mengevakuasi ular," ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas lebih dahulu melakukan asesmen untuk memastikan kondisi lingkungan aman sebelum proses evakuasi dimulai. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan berjalan aman bagi petugas, warga sekolah, maupun satwa yang dievakuasi.
Evakuasi dilakukan menggunakan alat penjepit ular serta sarung tangan pelindung. Petugas terlebih dahulu mengendalikan bagian kepala ular guna mencegah perlawanan selama proses penangkapan.
Setelah berhasil dikuasai, ular piton sepanjang sekitar 1,5 meter itu dimasukkan ke dalam tas khusus evakuasi agar aman selama proses pemindahan dan tidak mengalami cedera.
"Setelah berhasil diamankan, ular tersebut kemudian dibawa ke Kantor Damkarmat Sektor Srono sebelum dilepasliarkan ke habitatnya," kata Heri.
Heri menjelaskan, ular piton tersebut pertama kali diketahui saat Beny Wardana masuk ke kamar mandi sekolah untuk mencuci muka. Tanpa diduga, kepala ular muncul dari dalam bak kamar mandi sehingga membuat guru tersebut terkejut.
"Pak guru mau cuci muka, tahu-tahu ada kepala ular muncul dari bak kamar mandi sekolah," ungkapnya.
Menurut Heri, kemunculan ular di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum bisa dipicu berbagai faktor, seperti mencari tempat yang lembap, sumber makanan, atau berlindung dari perubahan kondisi lingkungan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mencoba menangkap atau mengusir sendiri apabila menemukan ular maupun satwa liar yang berpotensi membahayakan, terutama di rumah, sekolah, atau fasilitas publik lainnya.
"Segera hubungi petugas Damkarmat. Kami siap membantu evakuasi demi keamanan bersama," pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin