RADAR BANYUWANGI – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Hasanudin, Dusun Krajan, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Kamis sore (16/7). Sebuah truk bermuatan tabung gas elpiji bertabrakan adu moncong dengan mobil Nissan Grand Livina, mengakibatkan truk terguling dan memicu kemacetan panjang di jalur utama wilayah barat RSUD Genteng.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas karena badan truk melintang di jalan, sementara puluhan tabung elpiji berserakan di lokasi kejadian. Polisi pun memberlakukan sistem buka-tutup jalur selama proses evakuasi berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi P 8049 UY yang mengangkut tabung elpiji melaju dari arah barat menuju timur.
Truk tersebut dikemudikan Suparto (59), warga Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro.
Saat tiba di lokasi yang memiliki kontur jalan sedikit menikung, truk diduga tiba-tiba kehilangan kendali.
Kendaraan berukuran besar itu oleng hingga melebar ke lajur kanan, tepat ketika dari arah berlawanan melintas Nissan Grand Livina putih bernomor polisi P 1603 W yang dikemudikan Gery Untoro (26), warga Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu moncong tidak dapat dihindari.
"Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu moncong akhirnya tidak terhindarkan," ujar Kanit Lantas Polsek Genteng Ipda Suwandono.
Truk Terguling, Tabung Elpiji Berserakan
Benturan keras membuat sopir truk berusaha mengendalikan kendaraan dengan membanting setir ke arah kiri.
Namun, beban muatan yang cukup berat menyebabkan truk kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di badan jalan.
Akibatnya, puluhan tabung elpiji yang diangkut ikut berhamburan dan berserakan di sekitar lokasi kecelakaan.
Meski kerusakan pada bagian depan kedua kendaraan tergolong parah, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
"Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap Ipda Suwandono.
Jalur Sempat Lumpuh, Polisi Berlakukan Buka-Tutup
Kecelakaan yang terjadi pada jam sibuk sore hari itu langsung menyebabkan antrean kendaraan mengular di kedua arah.
Petugas kepolisian bersama warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi badan truk yang melintang serta mengumpulkan tabung-tabung elpiji yang tercecer agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Selama proses evakuasi berlangsung, arus kendaraan di Jalan Hasanudin diatur menggunakan sistem buka-tutup.
"Untuk mengurai penumpukan kendaraan, kami sempat memberlakukan sistem buka-tutup jalur selama proses evakuasi berlangsung," jelas Ipda Suwandono.
Setelah kedua kendaraan berhasil diderek dari lokasi kejadian, arus lalu lintas kembali berangsur normal.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Hingga Kamis petang, Unit Lalu Lintas Polsek Genteng masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Petugas juga telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Barang bukti diamankan di Mapolsek Genteng," pungkas Ipda Suwandono.
Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat melintas di ruas jalan yang memiliki tikungan atau jalur dengan tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi. Kewaspadaan dan pengendalian kecepatan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin