Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fenomena Langit Juli 2026: Buck Moon, Hujan Meteor, hingga Pertemuan Venus Siap Hiasi Langit Malam

Ali Sodiqin • Kamis, 16 Juli 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi mengamati langit.
Ilustrasi mengamati langit.

RADAR BANYUWANGI – Juli 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik bagi para pencinta astronomi. Sepanjang bulan ini, langit malam akan dihiasi beragam fenomena, mulai dari Buck Moon, hujan meteor Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid, hingga sejumlah peristiwa astronomi yang melibatkan Venus, Jupiter, dan Saturnus.

Berdasarkan kalender astronomi yang dipublikasikan In The Sky, sebagian besar fenomena tersebut dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa menggunakan teleskop, asalkan cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Berikut rangkaian fenomena langit yang dapat diamati sepanjang Juli 2026.

Buck Moon Jadi Puncak Fenomena Langit Juli

Peristiwa astronomi yang paling dinantikan adalah Buck Moon, sebutan tradisional untuk bulan purnama yang terjadi pada 29 Juli 2026.

Menurut data In The Sky, fase purnama berlangsung pada pukul 14.35 UTC, atau sekitar 21.35 WIB, 22.35 WITA, dan 23.35 WIT.

Buck Moon merupakan nama yang berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Sebutan tersebut merujuk pada periode ketika tanduk rusa jantan mulai tumbuh kembali setelah berganti setiap tahun.

Sebagai fase bulan purnama, Buck Moon dapat diamati sepanjang malam dan menjadi salah satu objek langit yang paling mudah dinikmati tanpa bantuan alat optik.

Dua Hujan Meteor Mencapai Puncak pada 30 Juli

Setelah bulan purnama, langit malam kembali menyuguhkan atraksi alam melalui dua hujan meteor tahunan yang mencapai puncaknya pada 30 Juli 2026.

Fenomena tersebut adalah:

Southern Delta Aquariid dikenal mampu menghasilkan puluhan meteor setiap jam ketika kondisi langit benar-benar gelap.

Sementara itu, Alpha Capricornid memang menghasilkan jumlah meteor yang lebih sedikit, tetapi memiliki peluang lebih besar menghadirkan fireball, yakni meteor dengan cahaya sangat terang yang dapat terlihat jelas saat melintas di langit.

Waktu terbaik untuk mengamati kedua hujan meteor tersebut adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya.

Daftar Fenomena Langit Juli 2026

Selain Buck Moon dan hujan meteor, terdapat beberapa fenomena astronomi lain yang juga menarik untuk disaksikan.

17 Juli – Bulan Sabit Dekat Venus

Pada sore hingga awal malam, bulan sabit akan tampak berada berdekatan dengan Venus, menciptakan pemandangan indah di langit barat setelah Matahari terbenam.

21 Juli – First Quarter Moon

Bulan memasuki fase Perbani Awal (First Quarter Moon), ketika separuh permukaan Bulan tampak terang jika diamati dari Bumi.

26 Juli – Saturnus Memulai Retrograde

Planet Saturnus mulai memasuki fase gerak semu mundur (retrograde). Fenomena ini merupakan efek visual akibat perbedaan kecepatan orbit Bumi dan Saturnus, bukan berarti planet tersebut benar-benar bergerak mundur.

29 Juli – Jupiter Konjungsi Matahari

Pada tanggal yang sama dengan Buck Moon, Jupiter berada dalam posisi konjungsi Matahari, sehingga planet raksasa tersebut sulit diamati dari Bumi karena berada sangat dekat dengan posisi Matahari di langit.

Tips Mengamati Fenomena Langit

Sebagian besar fenomena astronomi sepanjang Juli dapat dinikmati tanpa teleskop.

Agar pengamatan lebih optimal, pengamat disarankan memilih lokasi dengan horizon terbuka dan tingkat polusi cahaya yang rendah, seperti kawasan pegunungan, pantai, atau daerah pedesaan.

Kondisi cuaca juga menjadi faktor penting. Langit yang cerah tanpa awan akan memberikan peluang terbaik untuk menyaksikan bulan, planet, maupun hujan meteor.

Selain itu, penggunaan aplikasi peta langit di ponsel dapat membantu menemukan posisi Bulan, Venus, Saturnus, Jupiter, maupun arah datangnya hujan meteor sehingga pengalaman mengamati langit menjadi lebih mudah dan akurat.

Dengan hadirnya Buck Moon, dua hujan meteor tahunan, serta sejumlah fenomena planet sepanjang bulan, Juli 2026 menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengenal lebih dekat berbagai peristiwa astronomi yang terjadi di tata surya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Juli 2026 Buck Moon fenomena langit hujan meteor astronomi