RADAR BANYUWANGI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan akhirnya menjelaskan kondisi medis yang menyebabkan ADS, 35, warga Kelurahan Lateng, Banyuwangi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Pria dengan berat badan sekitar 200 kilogram itu diketahui mengalami peradangan pada testis dan saluran belakang testis yang membuat kondisinya terus memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (13/7) dini hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraini, mengatakan ADS tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu (11/7) sore setelah dievakuasi dari rumahnya menggunakan peralatan khusus oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
"Pasien masuk ke IGD dengan keluhan nyeri pada testis yang sudah berlangsung selama 10 hari," ujarnya.
Sesampainya di rumah sakit, tim medis menemukan kondisi testis pasien telah mengalami pembengkakan. Penanganan segera dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, pemberian terapi cairan infus, serta pengobatan di bawah pengawasan dokter penanggung jawab bersama dokter spesialis urologi.
Perawatan berlanjut pada hari berikutnya. Tim medis bahkan telah menjadwalkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada Senin (13/7) untuk mengetahui penyebab pasti pembengkakan dan menentukan langkah terapi lanjutan.
Namun sebelum pemeriksaan dilakukan, kondisi ADS tiba-tiba mengalami penurunan.
Menurut dr. Asiyah, kesadaran pasien mulai menurun pada Minggu (12/7) menjelang tengah malam. Meskipun telah mendapatkan penanganan intensif, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB.
"Diagnosis pasien adalah peradangan yang menyerang testis dan saluran belakang testis secara bersamaan," jelasnya.
Usai dinyatakan meninggal, proses pemulangan jenazah memerlukan penanganan khusus karena bobot tubuh korban yang mencapai sekitar dua kuintal. Tim gabungan Damkarmat Banyuwangi dan Basarnas diterjunkan untuk mengevakuasi jenazah dari RSUD Blambangan menuju rumah duka.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan pihaknya mengerahkan Regu Brama 2 beserta berbagai peralatan penyelamatan, antara lain tripod rescue, basket stretcher, katrol, tali karmantel, webbing, karabiner, body harness, kendaraan fire and rescue, ambulans, hingga mobil pikap untuk mendukung proses evakuasi.
"Seluruh proses mulai dari RSUD Blambangan hingga pemakaman berjalan lancar berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," katanya.
Sebelum diberangkatkan ke rumah duka, jenazah terlebih dahulu dimandikan dan dikafani sesuai syariat Islam di RSUD Blambangan. Karena ukuran tubuh korban, peti jenazah berukuran besar digunakan dan hampir memenuhi bak mobil pikap yang mengangkutnya.
Setelah disalatkan di masjid, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Lateng.
Sebelumnya, proses evakuasi ADS saat dibawa ke rumah sakit hingga pemulasaraan jenazah menjadi perhatian masyarakat karena membutuhkan puluhan personel gabungan Damkarmat dan Basarnas serta penggunaan peralatan khusus untuk memastikan seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati jenazah.
"Jenazah memiliki bobot tubuh yang besar sehingga proses evakuasi membutuhkan personel dan peralatan khusus. Kami berkoordinasi dengan Basarnas agar seluruh rangkaian pemindahan dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati jenazah," ujar Edy. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin