RADARBANYUWANGI.ID - Suasana lalu lintas di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, mulai kawasan lampu merah hingga depan MTsN 1 Banyuwangi, tampak lebih padat dibanding hari-hari libur pada Selasa (14/7/2026). Meningkatnya aktivitas masyarakat yang kembali bekerja dan masuk sekolah membuat volume kendaraan meningkat sejak pagi.
Kepadatan mulai terlihat pada jam sibuk, sekitar pukul 06.15 hingga 08.00 WIB. Kendaraan roda dua maupun roda empat bergerak dengan kecepatan lebih rendah karena tingginya jumlah pengguna jalan yang melintas dalam waktu bersamaan.
Beberapa titik seperti persimpangan, kawasan depan sekolah, serta jalur utama menuju pusat Kota Banyuwangi menjadi lokasi dengan intensitas kendaraan paling tinggi. Meski antrean kendaraan cukup panjang, arus lalu lintas masih tetap bergerak dan tidak sampai mengalami kemacetan total.
Selain pekerja yang menuju tempat kerja, banyak orang tua mengantar anak-anak mereka ke sekolah pada hari pertama aktivitas belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan meningkat signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Salah seorang pengendara, Aqis, mengaku sengaja mengubah waktu keberangkatannya agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas.
"Sekarang saya berangkat lebih pagi supaya tidak terlambat sampai sekolah. Soalnya kalau berangkat seperti biasanya, jalan sudah ramai dan kendaraan jadi lebih lambat," ujarnya.
Fenomena kepadatan lalu lintas pada pagi hari seperti ini memang lazim terjadi ketika aktivitas perkantoran dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. Arus kendaraan dari berbagai arah bertemu pada waktu yang hampir bersamaan sehingga waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dibandingkan saat masa libur.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, pengguna jalan diimbau tetap mengutamakan keselamatan berkendara. Mengacu pada informasi yang dipublikasikan Polsek Mandau, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi langkah utama untuk menekan risiko kecelakaan.
Pengendara diingatkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor dan sabuk pengaman bagi pengguna mobil, serta tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau berada di bawah pengaruh alkohol maupun zat yang dapat mengganggu konsentrasi.
Selain itu, pengendara juga diminta mengutamakan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan sekolah dan penyeberangan, serta rutin memeriksa kondisi kendaraan seperti rem, ban, lampu, dan oli sebelum digunakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk.
Editor : Lugas Rumpakaadi