RADAR BANYUWANGI – Kebocoran tanggul penahan Lumpur Lapindo di titik 10 D, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (10/7), sempat memicu kekhawatiran warga karena luapan air bercampur lumpur mengarah ke jalur rel kereta api.
Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memastikan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap prasarana maupun operasional perjalanan kereta api yang melintasi kawasan tersebut.
Kepastian itu disampaikan setelah petugas KAI melakukan pemeriksaan langsung terhadap jalur rel dan infrastruktur perkeretaapian di sekitar lokasi kebocoran tanggul.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan hasil inspeksi menunjukkan seluruh prasarana perkeretaapian masih dalam kondisi aman.
"Hasil pemeriksaan petugas di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalur rel, konstruksi jalan rel, maupun prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman dan tidak terdampak," ujarnya, Sabtu (11/7).
Menurut Mahendro, masyarakat tidak perlu khawatir karena keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tidak ada gangguan terhadap perjalanan kereta yang melintas di kawasan Porong.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena keselamatan perjalanan KA menjadi prioritas utama. Kami memastikan kebocoran tanggul Lumpur Lapindo tidak berdampak terhadap operasional kereta api," imbuhnya.
Lumpur Meluber Saat Peninggian Tanggul
Mahendro menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika pihak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) melakukan pekerjaan peninggian tanggul pada Jumat (10/7).
Pekerjaan dilakukan dengan mengeruk material lumpur menggunakan alat berat untuk ditimbunkan di atas tanggul sebagai upaya memperkuat struktur penahan.
Dalam proses tersebut, sebagian lumpur sempat meluber dari bagian atas tanggul. Namun, luapan tersebut dipastikan tidak mencapai jalur rel kereta api.
"Kami pastikan saat ini jalur rel berada dalam kondisi aman untuk dilalui, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keselamatan perjalanan kereta api yang melintasi kawasan tersebut," tegas Mahendro.
Sebanyak 48 Kereta Melintas Setiap Hari
KAI Daop 8 Surabaya mengungkapkan jalur rel di kawasan tanggul Lumpur Lapindo merupakan salah satu lintasan penting dengan intensitas perjalanan yang cukup tinggi.
Setiap harinya, sekitar 48 perjalanan kereta api melintasi kawasan tersebut, terdiri atas kereta api jarak jauh, kereta api lokal, hingga kereta api barang.
Meski terjadi kebocoran tanggul, seluruh perjalanan tetap berlangsung sesuai jadwal tanpa pembatasan kecepatan maupun perubahan pola operasi.
"Seluruh perjalanan tersebut hingga saat ini tetap beroperasi normal tanpa adanya pembatasan kecepatan, perubahan pola operasi, maupun penyesuaian jadwal akibat aktivitas pekerjaan di sekitar tanggul," pungkas Mahendro.
KAI menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan jalur rel tetap terjaga selama proses penanganan tanggul berlangsung. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com