RADARBANYUWANGI.ID – Langit dini hari pada Minggu, 12 Juli 2026, diprediksi menjadi salah satu momen terbaik bagi pecinta astronomi. Fenomena yang ramai disebut sebagai "bocoran langit" akan menghadirkan konjungsi Bulan sabit tua dengan planet Mars, sekaligus menandai dimulainya periode aktif hujan meteor Southern Delta Aquariid. Seluruh fenomena ini dapat disaksikan langsung tanpa teleskop jika cuaca cerah.
Fenomena tersebut menjadi daya tarik karena menghadirkan dua peristiwa astronomi dalam satu waktu. Masyarakat cukup mencari lokasi terbuka yang minim polusi cahaya untuk menikmati pemandangan langit menjelang Matahari terbit.
Konjungsi Bulan dan Mars berlangsung pada rentang 11–12 Juli 2026. Pada waktu itu, Bulan sabit tipis tampak berada sangat dekat dengan Mars di langit timur. Saturnus juga terlihat tidak jauh dari keduanya sehingga membentuk pola menyerupai garis sejajar atau segitiga yang menarik untuk diamati maupun diabadikan.
Waktu terbaik mengamati fenomena ini diperkirakan antara pukul 03.30 hingga 05.00 WIB, sebelum cahaya Matahari mulai mendominasi langit timur. Semakin dekat dengan waktu fajar, posisi Bulan dan Mars akan tampak semakin rendah di ufuk timur.
Selain konjungsi, langit juga mulai diramaikan oleh hujan meteor Southern Delta Aquariid yang memasuki fase aktif pada 12 Juli. Fenomena tahunan ini akan berlangsung hingga akhir Agustus, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada akhir Juli.
Dalam kondisi langit yang benar-benar gelap, pengamat berpeluang melihat hingga 25 meteor per jam saat puncak hujan meteor. Meski pada 12 Juli intensitasnya belum maksimal, beberapa meteor sudah berpotensi melintas dan mempercantik langit malam.
Pengamat tidak memerlukan teleskop maupun teropong untuk menikmati kedua fenomena tersebut. Mata telanjang sudah cukup untuk melihat konjungsi Bulan dan Mars maupun lintasan meteor, asalkan pengamatan dilakukan dari lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan.
Agar pengalaman mengamati lebih optimal, disarankan memilih area lapang dengan horizon timur yang terbuka, seperti pantai, perbukitan, atau persawahan. Datang sekitar 30 menit sebelum waktu pengamatan juga memberi kesempatan mata beradaptasi dengan kondisi gelap.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui posisi Bulan, Mars, Saturnus, maupun arah datangnya hujan meteor secara lebih akurat, dapat memanfaatkan peta langit dari Langit Selatan sebagai panduan observasi.
Cara Menyaksikan Fenomena Bocoran Langit 12 Juli 2026
-
Waktu terbaik: 03.30–05.00 WIB
-
Arah pengamatan: Langit timur
-
Tidak memerlukan teleskop
-
Pilih lokasi minim polusi cahaya
-
Pastikan cuaca cerah dan horizon timur tidak terhalang bangunan atau pepohonan
Fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit sekaligus mengenal lebih dekat peristiwa astronomi yang dapat diamati langsung tanpa peralatan khusus. (*)
Editor : Ali Sodiqin