RADARBANYUWANGI.ID - Suasana di kawasan Stasiun Probolinggo, Jalan Ikan Lumba-Lumba, Kecamatan Mayangan, Kamis (9/7/2026) malam mendadak ramai.
Satu Kereta Rel Listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (INKA) Banyuwangi milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter tiba menggunakan truk trailer khusus setelah menempuh perjalanan darat dari Banyuwangi.
Kedatangan kereta tersebut menjadi perhatian masyarakat.
Warga memadati area sekitar stasiun untuk menyaksikan proses pemindahan kereta dari trailer menuju jalur rel menggunakan dua unit crane berkapasitas besar.
Pengiriman melalui jalur darat menjadi pilihan karena dimensi gerbong KRL yang lebih lebar tidak memungkinkan melintas di sejumlah terowongan pada jalur rel menuju Probolinggo, terutama Terowongan Mrawan yang menembus kawasan Gunung Gumitir.
Koordinator Tim Perizinan PT IMST (INKA Group) Yulia Wirdawati menjelaskan, gerbong tersebut merupakan bagian dari distribusi rangkaian KRL produksi PT INKA Banyuwangi yang nantinya akan dioperasikan untuk layanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek.
Menurutnya, kereta diberangkatkan dari Banyuwangi pada Rabu (8/7/2026) pukul 21.00.
Namun sebelum melanjutkan perjalanan, rangkaian lebih dahulu singgah di PT INKA Madiun untuk menjalani pengujian.
"Pada tahap awal ini kami melakukan uji coba pengiriman satu gerbong terlebih dahulu untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan aman dan lancar," ujarnya, dikutip Radar Bromo.
Yulia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 108 kereta yang akan dikirim secara bertahap menuju Jakarta.
Persiapan pengiriman melalui jalur darat telah dilakukan sekitar lima bulan dengan melibatkan berbagai instansi.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Probolinggo, instansi teknis, aparat keamanan, hingga perangkat RT dan RW di sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan pengangkut.
Sebelum memasuki wilayah Kota Probolinggo, trailer yang membawa gerbong sempat berhenti di kawasan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo.
Perjalanan kemudian dilanjutkan pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Yulia menjelaskan, penggunaan jalur darat dipilih setelah mempertimbangkan kondisi lintasan rel.
Lebar kereta sekitar tiga meter dinilai terlalu mepet saat melewati tikungan di dalam terowongan sehingga berisiko apabila dipaksakan melalui jalur kereta.
"Syukurlah seluruh proses perjalanan berjalan lancar tanpa kendala berarti," katanya.
Satu kereta KRL memiliki bobot sekitar 44 ton.
Ditambah trailer pengangkut seberat 36,6 ton, total beban kendaraan yang melintas mencapai sekitar 80,6 ton.
Setelah proses pemindahan ke rel di Stasiun Probolinggo selesai, PT INKA akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penjadwalan penarikan gerbong menuju Madiun sebelum diberangkatkan ke Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono mengatakan, berbagai persiapan teknis dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Survei jalur menjadi tahap awal mengingat ukuran gerbong yang cukup besar membutuhkan penyesuaian di sejumlah ruas jalan.
Dishub melakukan pemangkasan ranting dan dahan pohon di sepanjang jalur yang dilalui trailer, mulai Jalan Raya Dringu-Kelurahan Wiroborang, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Soetomo hingga Jalan Ikan Lumba-Lumba menuju Stasiun Probolinggo.
Selain itu, petugas juga mengamankan kabel-kabel utilitas yang melintang di atas jalan serta memeriksa kondisi perkerasan jalan agar kendaraan dengan muatan lebih dari 80 ton dapat melintas secara aman.
"Kami memastikan seluruh jalur siap dilalui, termasuk mengamankan kabel dan mengecek kondisi aspal agar proses distribusi berjalan lancar," ujarnya.
Pengamanan lalu lintas juga dilakukan Satlantas Polres Probolinggo Kota.
Personel diterjunkan sejak kendaraan memasuki wilayah kota hingga tiba di Stasiun Probolinggo.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Tohari mengatakan, petugas melakukan pengawalan sekaligus pengaturan arus lalu lintas di sejumlah persimpangan untuk mencegah kemacetan selama proses pengiriman berlangsung.
"Kami melakukan pengawalan dan pengamanan jalur sehingga seluruh rangkaian pengiriman berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala," katanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi