Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Kereta Api di Nganjuk Kembali Dibuka Terbatas Usai Tabrakan KA Logawa dan Truk, Sejumlah Perjalanan Masih Terlambat

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:51 WIB
Lokomotif Kereta Api Logawa mengalami kerusakan akibat tertemper truk di antara Stasiun Saradan-Bagor, Kamis (9/7/2026). (Istimewa)
Lokomotif Kereta Api Logawa mengalami kerusakan akibat tertemper truk di antara Stasiun Saradan-Bagor, Kamis (9/7/2026). (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun bergerak cepat melakukan pemulihan operasional setelah kecelakaan antara KA Logawa dan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi terjaga JPL 103, KM 126+428, petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk.

Berkat koordinasi seluruh petugas di lapangan, jalur kereta api berhasil dibuka kembali pada Kamis (9/7/2026) pukul 16.30 WIB.

Namun, untuk menjamin keamanan operasional, perjalanan kereta api sementara hanya diizinkan melintas dengan kecepatan terbatas, yakni 5 kilometer per jam.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian.

"KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal," ujarnya, dikutip Antara.

Meski jalur telah kembali dapat dilalui, insiden tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan cukup signifikan.

KA Ranggajati mengalami keterlambatan hingga 131 menit.

Sementara KA Argo Semeru kembali diberangkatkan dari Stasiun Saradan pukul 16.36 WIB dengan keterlambatan 99 menit.

Selanjutnya, KA Argo Wilis berangkat dari Stasiun Caruban pukul 16.37 WIB dengan keterlambatan 58 menit.

Adapun KA Logawa diperkirakan kembali diberangkatkan dari Stasiun Bagor pukul 17.45 WIB dengan estimasi keterlambatan mencapai 192 menit.

Selain itu, KA Brantas diberangkatkan kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.28 WIB dengan keterlambatan 92 menit, sedangkan KA Jayakarta kembali melanjutkan perjalanan dari Stasiun Nganjuk pukul 16.41 WIB setelah mengalami keterlambatan 79 menit.

KAI memastikan akan memberikan service recovery kepada para pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan kereta api milik negara ini juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan perjalanan tersebut.

Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk dalam kecelakaan tersebut.

KAI juga menyampaikan keprihatinan kepada pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tohari kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang.

Pengendara diminta berhenti sejenak, memastikan kondisi aman dengan melihat ke kiri dan kanan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

"Kedisiplinan pengguna jalan merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang," tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kecelakaan Kereta Nganjuk #KA Logawa #kai daop 7 madiun