RADARBANYUWANGI.ID – Sebuah garasi milik warga Dusun Cempokosari, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, hangus dilalap api pada Rabu (8/7) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik pada lampu penerangan itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp40 juta, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Peristiwa terjadi saat pemilik rumah, Kitfirul Afif, 41, bersama keluarganya sedang berada di luar kota. Mereka diketahui berangkat ke Kabupaten Kediri sejak sekitar pukul 15.00 WIB sehingga rumah dalam keadaan kosong ketika kebakaran terjadi.
Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana mengatakan, api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Minib Sholakhudin, sekitar pukul 18.45 WIB. Saat itu, saksi melihat kobaran api muncul dari area garasi yang berada di depan rumah.
"Pemilik rumah pergi sejak sore, jadi rumah dalam keadaan kosong," ujar Putu.
Menurutnya, api dengan cepat membakar berbagai barang yang disimpan di dalam garasi, di antaranya tumpukan keranjang buah plastik (tray), pupuk, kabel, hingga fitting lampu yang digunakan untuk tanaman buah naga.
Melihat kobaran api semakin membesar, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Bersama-sama mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Polsek Cluring dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
"Melihat kejadian itu, saksi langsung meminta bantuan ke warga sekitar. Kemudian warga datang membantu memadamkan api dengan alat seadanya serta melaporkan ke Polsek Cluring dan petugas Damkarmat," jelasnya.
Diduga Berawal dari Korsleting Lampu
Petugas Damkarmat Banyuwangi dari Sektor Srono, Heri Siswanto, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.45 WIB. Setelah menerima informasi, tim dari Sektor Srono, Genteng, dan Brama 3 langsung diberangkatkan menuju lokasi.
"Petugas dari Sektor Srono, Genteng, dan Brama 3 menuju ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api. Api dapat dipadamkan sekitar satu jam penanganan," katanya.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu penerangan yang terpasang di dinding garasi. Percikan api kemudian menyambar bahan bakar minyak (BBM) yang berada di bawahnya sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian garasi, termasuk atap bangunan.
Berbagai barang yang berada di dalam garasi tidak berhasil diselamatkan, di antaranya peralatan penerangan untuk budidaya buah naga, pupuk, sepeda kayuh, galvalum, lembaran asbes, dan sejumlah perlengkapan lainnya.
"Material yang terbakar antara lain alat bantu penerangan buah naga, pupuk, sepeda kayuh, galvalum, asbes, dan lain-lain. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp40 juta," pungkas Heri.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan yang menyimpan barang mudah terbakar. Langkah sederhana tersebut dapat meminimalkan risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin