Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tikungan Bok Putih Kesilir Banyuwangi Kembali Makan Korban, Biker Tewas di Tempat

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 10 Juli 2026 | 00:30 WIB
Kondisi sepeda motor yang dikemudikan korban usai menabrak pohon di Tikungan Bok Putih, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kamis (9/7). (Basori for Radar Banyuwangi)
Kondisi sepeda motor yang dikemudikan korban usai menabrak pohon di Tikungan Bok Putih, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kamis (9/7). (Basori for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Tikungan Bok Putih di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, kembali memakan korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor asal Kecamatan Pesanggaran meninggal dunia di lokasi setelah kehilangan kendali saat menyalip kendaraan di depannya, lalu menghantam pohon di bahu jalan, Kamis (9/7) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban diketahui bernama Wildan Mustakim, 46, warga Desa/Kecamatan Pesanggaran. Pria tersebut meninggal dunia akibat mengalami cedera parah di bagian kepala setelah kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur yang dikenal rawan kecelakaan itu.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, saat kejadian Wildan mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun tanpa nomor polisi dari arah timur dengan kecepatan tinggi.

Petaka bermula ketika korban berusaha menyalip sebuah mobil pikap yang melaju di depannya. Setelah berhasil mendahului, korban dihadapkan pada tikungan tajam yang dikenal warga sebagai Tikungan Bok Putih.

Karena melaju terlalu cepat, korban diduga tidak mampu mengendalikan sepeda motornya saat memasuki tikungan.

"Gara-gara kecepatan yang terlalu tinggi, Wildan kehilangan kendali atas motornya," ujar Anggota Unit Lalu Lintas Polsek Gambiran Aiptu Basori.

Sepeda motor kemudian oleng ke sisi kiri jalan sebelum menghantam pohon peneduh dengan keras. Benturan tersebut membuat korban terpental ke pinggir jalan.

"Korban langsung terpental ke pinggiran jalan," kata Basori.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, petugas Unit Lalu Lintas Polsek Gambiran datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban.

Namun, luka berat yang dialami korban membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Korban langsung dievakuasi. Namun karena cedera parah, nyawa korban tidak tertolong," ujarnya.

Polisi: Murni Human Error

Hasil penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan tersebut dipicu oleh faktor human error. Korban dinilai kurang mengantisipasi kondisi jalan yang memiliki tikungan tajam saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

Polisi juga mengingatkan bahwa kawasan Tikungan Bok Putih merupakan salah satu titik yang kerap terjadi kecelakaan sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintasi jalur yang memiliki tikungan tajam seperti di kawasan tersebut. Tolong jaga kecepatan berkendara," pungkas Basori.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi batas kecepatan dan mempertimbangkan kondisi jalan sebelum melakukan manuver menyalip. Di jalur dengan tikungan tajam, keputusan sesaat saat berkendara dapat berujung pada kecelakaan fatal. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Tikungan Bok Putih #Human Error #pengendara tewas #kecelakaan banyuwangi #Siliragung