Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Abdul Somad Ditemukan Tak Bernyawa di Jembatan Persawahan Sempu, Sempat Terlihat Sempoyongan

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 2 Juli 2026 | 01:30 WIB
BIKIN GEMPAR: Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di persawahan Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Rabu (1/7). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
BIKIN GEMPAR: Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di persawahan Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Rabu (1/7). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana tenang di areal persawahan Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, mendadak berubah geger, Rabu (1/7). Seorang pria yang dikenal warga sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan meninggal dunia di atas sebuah jembatan kecil sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Abdul Somad, pria yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun. Ia memiliki ciri-ciri berambut panjang, bertubuh kurus, serta terdapat tato di lengan kiri.

Penemuan jenazah bermula ketika seorang warga yang sedang bekerja di area persawahan melintas di lokasi. Saksi sebelumnya sempat melihat korban berjalan dari arah selatan sekitar pukul 11.00 WIB dengan kondisi sempoyongan.

Kepala Dusun Simbar, Gysthofi Sarwo, mengatakan saksi awalnya mengira korban hanya mengalami kelelahan atau kelaparan. Karena merasa iba, saksi sempat meninggalkan lokasi dengan maksud mencari makanan untuk korban.

Namun, sekitar satu jam kemudian, saat kembali melewati jalur yang sama, saksi justru mendapati korban sudah tergeletak di atas jembatan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saksi melihat korban berjalan sempoyongan dari arah selatan," ujar Gysthofi saat ditemui di lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melaporkannya kepada perangkat desa yang kemudian meneruskan informasi itu kepada pihak kepolisian.

"Setelah itu warga langsung melapor ke saya dan langsung kami teruskan ke pihak kepolisian," katanya.

Mendapat laporan, anggota Polsek Sempu bersama tim medis dari Puskesmas Karangsari segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus pemeriksaan awal terhadap jenazah.

"Tidak berselang lama polisi datang bersama tim medis dari Puskesmas Karangsari untuk memeriksa kondisi jenazah," tambahnya.

Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo menjelaskan, hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis tidak menemukan adanya luka akibat kekerasan ataupun tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

"Anggota kami sudah ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Dari hasil pemeriksaan medis, diduga kuat korban meninggal karena sakit," ujar AKP Satrio.

Menurutnya, korban memang dikenal sebagai ODGJ yang kerap terlihat berkeliaran di wilayah Kecamatan Genteng dan sekitarnya.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, polisi kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

"Setelah pemeriksaan selesai, kami kemudian mengantar jenazah korban ke rumah salah satu kerabatnya di Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono untuk disemayamkan," tegas mantan Kapolsek Glenmore dan Kalipuro tersebut.

Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar karena lokasi penemuan berada di jalur persawahan yang setiap hari dilalui para petani. Meski demikian, hasil pemeriksaan sementara memastikan kematian Abdul Somad diduga murni disebabkan oleh penyakit yang dideritanya, sehingga tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#mayat Sempu #Abdul Somad #ODGJ Banyuwangi #Desa Karangsari #polsek sempu