RADARBANYUWANGI.ID – Minyakita masih menjadi salah satu minyak goreng subsidi yang paling banyak diburu masyarakat hingga 2026 karena dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, tingginya permintaan juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab dengan mengedarkan Minyakita palsu atau oplosan yang berpotensi merugikan konsumen.
Produk oplosan diduga dibuat dengan mencampurkan minyak goreng curah berkualitas rendah, bahkan minyak jelantah yang telah diproses ulang, kemudian dikemas menyerupai Minyakita asli. Jika digunakan dalam jangka panjang, produk semacam itu dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan.
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu lebih teliti saat membeli Minyakita, terutama di pasar tradisional maupun toko yang belum memiliki pengawasan ketat.
1. Perhatikan Kemasan dan Kelengkapan Label
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengamati kemasan secara saksama.
Minyakita asli umumnya memiliki hasil cetakan yang rapi, warna logo tajam, serta tulisan yang jelas dan tidak mudah pudar. Sebaliknya, produk oplosan sering menggunakan plastik dengan kualitas cetak yang buram, warna pudar, bahkan posisi logo terlihat tidak presisi.
Selain itu, pastikan kemasan mencantumkan informasi penting seperti:
-
Logo BPOM
-
Nomor izin edar
-
Logo Halal Indonesia
-
Logo SNI
-
Informasi produsen yang jelas
Jika salah satu informasi tersebut tidak ada atau terlihat tidak meyakinkan, sebaiknya hindari membeli produk tersebut.
2. Cek Warna, Kejernihan, dan Aroma Minyak
Sebelum membeli, sempatkan melihat isi minyak melalui kemasan transparan.
Minyakita asli biasanya memiliki warna kuning keemasan yang jernih tanpa endapan. Sementara produk oplosan cenderung tampak lebih keruh, berwarna kuning tua hingga kecokelatan, atau terdapat partikel mengendap di bagian bawah.
Apabila memungkinkan, aroma juga dapat menjadi petunjuk.
Minyak goreng asli umumnya memiliki aroma khas minyak sawit yang segar. Sebaliknya, minyak oplosan sering mengeluarkan bau tengik atau aroma kimia akibat proses penyaringan ulang minyak bekas.
3. Rasakan Tekstur Minyak
Tekstur juga bisa menjadi pembeda.
Minyakita asli memiliki kekentalan yang normal, mudah mengalir, dan terasa lembut saat disentuh.
Sebaliknya, minyak oplosan umumnya terasa lebih pekat, lengket, atau bahkan meninggalkan sensasi tidak nyaman di kulit. Bila setelah diusap muncul rasa panas atau gatal, sebaiknya produk tersebut tidak digunakan.
Jangan Mudah Tergiur Harga Murah
Harga yang jauh di bawah HET patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi produk tidak sesuai standar.
Masyarakat disarankan membeli Minyakita di distributor resmi, toko terpercaya, minimarket, atau pedagang yang memiliki pasokan jelas. Selain itu, selalu periksa kondisi kemasan sebelum melakukan pembayaran.
Dengan lebih teliti memeriksa kemasan, warna, aroma, dan tekstur minyak, konsumen dapat mengurangi risiko membeli Minyakita oplosan sekaligus melindungi kesehatan keluarga dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin