Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gagal Menyalip, Mahasiswa Tewas Ditabrak Kendaraan Misterius di Jalur Banyuwangi–Jember

M Ksatria Raya • Senin, 29 Juni 2026 | 01:30 WIB
Personel Satlantas Polresta Banyuwangi saat melakukan olah TKP di jalan raya Jember, tepatnya di tempat praktik Dokter Wirianto, Kecamatan Kabat, Sabtu malam (27/6). (Foto: Satlantas Polresta Banyuwangi)
Personel Satlantas Polresta Banyuwangi saat melakukan olah TKP di jalan raya Jember, tepatnya di tempat praktik Dokter Wirianto, Kecamatan Kabat, Sabtu malam (27/6). (Foto: Satlantas Polresta Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya mendahului kendaraan berakhir tragis bagi seorang mahasiswa asal Kecamatan Srono. Pemuda berusia 23 tahun itu meninggal dunia di lokasi setelah terjatuh saat menyalip di Jalan Raya Banyuwangi–Jember, tepatnya di depan tempat praktik Dokter Wirianto, Kecamatan Kabat, Sabtu (27/6) sekitar pukul 22.45 WIB. Nahas, tubuh korban kemudian tertabrak kendaraan dari arah berlawanan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban diketahui berinisial AA, 23, warga Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 5738 ABK dari arah utara atau Banyuwangi menuju selatan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat korban berusaha mendahului kendaraan yang melaju di depannya.

"Korban melaju dari arah utara lalu berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya dengan mengambil haluan ke kanan," ujarnya.

Namun, ketika proses menyalip berlangsung, korban diduga kehilangan kendali atas sepeda motornya. Kendaraan yang dikendarainya oleng hingga terjatuh ke jalur berlawanan.

"Saat mendahului itulah korban diduga tidak dapat menguasai laju kendaraannya hingga terjatuh ke sisi kanan jalan," jelas Ipda Pepri.

Pada saat bersamaan, melaju kendaraan dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi kendaraan tersebut tidak sempat menghindar dan menabrak tubuh korban yang tergeletak di badan jalan.

Usai menabrak korban, kendaraan tersebut tidak berhenti dan langsung meninggalkan lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih memburu identitas kendaraan maupun pengemudinya.

"Setelah menabrak korban, kendaraan tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas kendaraan maupun pengemudinya," ungkapnya.

Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka berat di bagian kepala. AA dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.

Satlantas Polresta Banyuwangi telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti di lokasi kecelakaan. Penyidik juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga terlibat dalam insiden tabrak lari tersebut.

Ipda Pepri mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kendaraan yang menabrak korban agar segera melapor kepada pihak kepolisian guna mempercepat proses penyelidikan.

Polisi juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat mendahului kendaraan lain, terutama pada malam hari. Pengendara diminta memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan memiliki jarak pandang yang cukup sebelum mengambil jalur berlawanan demi menghindari kecelakaan fatal. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Satlantas Banyuwangi #Kecelakaan Kabat #Jalan Banyuwangi #Tabrak Lari #mahasiswa tewas