RADARBANYUWANGI.ID – Proses perbaikan atap Masjid At-Taqwa di Lingkungan Porong, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, mendadak terhenti pada Sabtu sore (27/6). Seorang pekerja bernama Asnawi, 63, harus dievakuasi dari ketinggian oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi setelah mengeluh pusing dan tidak mampu melanjutkan pekerjaannya.
Peristiwa itu terjadi saat Asnawi bersama sejumlah warga bergotong royong memperbaiki atap masjid sejak siang hari. Sekitar pukul 15.30 WIB, pria lanjut usia tersebut tiba-tiba merasa pusing ketika masih berada di atas bangunan.
Kondisi itu membuat proses renovasi langsung dihentikan. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha menolong dan mengevakuasi korban secara mandiri. Namun, posisi korban yang berada di atas atap serta tingginya risiko kecelakaan membuat upaya tersebut dibatalkan demi keselamatan.
Anak korban, Siti Faikotul, kemudian menghubungi call center Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 16.22 WIB. Regu Brama 1 Damkarmat Banyuwangi segera diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar 16.38 WIB untuk melakukan proses penyelamatan.
Petugas kemudian mengevakuasi Asnawi menggunakan basket stretcher sebagai alat pengaman. Korban selanjutnya diturunkan dari atap masjid dengan sistem tali karmantel yang dikendalikan petugas. Sejumlah warga turut membantu mengarahkan proses penurunan melalui tangga agar berlangsung aman.
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam dan berhasil diselesaikan pada pukul 17.30 WIB. Setelah berhasil diturunkan, korban langsung dipindahkan ke ambulans untuk mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Blambangan.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, pihaknya tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan pada kondisi darurat nonkebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
"Jika terjadi keadaan darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, segera hubungi call center Damkarmat agar dapat segera ditangani oleh petugas yang memiliki peralatan dan kompetensi memadai," ujarnya.
Edy juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri bekerja di ketinggian ketika kondisi tubuh sedang tidak prima. Menurutnya, pekerjaan di area tinggi memiliki risiko besar sehingga kondisi fisik harus benar-benar dipastikan dalam keadaan sehat.
Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dilakukan Damkarmat Banyuwangi.
"Penyelamatan yang dilakukan Damkarmat tidak hanya berfokus pada memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan pada kejadian nonkebakaran karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," tegasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan kerja, terutama saat melakukan aktivitas di ketinggian. Selain menggunakan perlengkapan pengaman, pekerja juga diimbau segera menghentikan aktivitas apabila merasakan kondisi fisik menurun untuk menghindari risiko kecelakaan yang lebih fatal. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin