RADARBANYUWANGI.ID – Isu bahwa peserta aksi damai pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan massa bayaran dibantah tegas oleh Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak (FMBG). Koordinator aksi memastikan ribuan peserta hadir atas kesadaran sendiri karena merasakan langsung manfaat program tersebut.
Penegasan itu disampaikan menyusul aksi damai yang digelar di Banyuwangi, Sabtu (27/6). Massa yang terdiri atas pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, nelayan, pemasok bahan pangan, hingga penerima manfaat turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan agar Program MBG tetap dilanjutkan.
Koordinator aksi, Muhammad Alfan Saifudin, menepis anggapan bahwa peserta aksi memperoleh imbalan untuk mengikuti demonstrasi.
"Yang hadir dalam aksi ini adalah para pekerja MBG. Mereka sudah mendapatkan penghasilan yang layak dari pemerintah melalui program MBG, ngapain harus dibayar lagi untuk ikut aksi," ujarnya.
Berawal dari Aspirasi Masyarakat
Alfan menjelaskan, aksi damai tersebut justru lahir dari keinginan masyarakat yang selama ini bergantung pada ekosistem Program MBG.
Menurutnya, para peserta merasa perlu menyampaikan aspirasi secara langsung karena khawatir apabila program tersebut dihentikan, dampaknya tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga para petani, nelayan, pemasok bahan pangan, hingga relawan yang selama ini memperoleh penghasilan dari rantai pelaksanaan MBG.
"Mereka yang meminta forum ini diadakan karena ingin bersuara. Mereka khawatir kalau MBG dihentikan, maka sektor pertanian, pemasok bahan pangan, hingga relawan yang selama ini bergantung pada program tersebut juga akan terdampak. Ini murni aksi dukungan moral," tegas Alfan.
Merasa Mendapat Manfaat Langsung
FMBG menyebut peserta aksi berasal dari berbagai kalangan yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program MBG di Banyuwangi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, program tersebut dinilai telah menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, petani, nelayan, hingga pemasok bahan pangan.
Karena itu, para peserta memilih menyampaikan aspirasi secara damai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program.
Aksi berlangsung tertib dengan membawa berbagai poster dan spanduk berisi harapan agar Program MBG tetap dilanjutkan. FMBG berharap aspirasi masyarakat yang telah merasakan manfaat langsung dari program tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga keberlanjutan MBG tetap terjaga. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin