RADARBANYUWANGI.ID – Massa dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi mulai bergerak menuju Gedung DPRD Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026) pagi. Aksi yang mengusung tema AKSIDAMAI (Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak) itu membawa tuntutan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki tata kelola program tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, peserta aksi mengenakan atasan berwarna putih sesuai dengan imbauan yang tercantum dalam poster kegiatan. Mereka dijadwalkan berkumpul lebih dahulu di Stadion Diponegoro sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Banyuwangi dan Kantor Bupati Banyuwangi mulai pukul 09.00 WIB.
Sejumlah warga menduga sebagian peserta aksi merupakan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Banyuwangi. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari panitia maupun instansi terkait mengenai identitas peserta aksi.
"Ya, tadi pagi saya lihat ada mobilisasi massa di dekat SPPG," ujar Robi, warga Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Menurut Robi, aktivitas tersebut menarik perhatian karena berlangsung pada hari libur. Ia melihat banyak orang mengenakan pakaian putih berkumpul sebelum berangkat bersama.
"Awalnya saya heran karena hari libur banyak pegawai SPPG datang. Mereka memakai atasan putih. Ternyata diajak demo mendukung MBG dilanjutkan," katanya.
Kawal Program MBG
Poster yang beredar mengatasnamakan AKSIDAMAI (Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak) menyebut aksi tersebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pernyataan sikapnya, massa membawa tema "Selamatkan Masa Depan Bangsa: Lanjutkan Program MBG, Bersihkan Program MBG dari Koruptor, dan Evaluasi Tata Kelola."
Mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan hak dasar anak-anak Indonesia untuk memperoleh asupan gizi yang layak. Karena itu, program tersebut diminta tetap berjalan, sembari dilakukan pengawasan serta pembenahan terhadap tata kelolanya.
Empat Tuntutan Utama
Dalam dokumen pernyataan sikap yang dibawa peserta aksi, terdapat empat tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, pemerintah diminta melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai sangat penting bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dalam upaya menekan angka stunting serta malnutrisi.
Kedua, aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan didorong mengusut secara tuntas dugaan penyimpangan anggaran maupun tata kelola MBG, sekaligus menindak oknum yang terbukti melakukan korupsi.
Ketiga, peserta aksi meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, rantai pasok, dapur penyedia makanan (SPPG), hingga standar higienitas untuk memastikan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Keempat, pemerintah didorong membuka ruang pengawasan publik dengan melibatkan masyarakat, akademisi, serta ahli gizi agar pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Polisi Siaga Amankan Jalannya Aksi
Hingga Sabtu pagi, arus massa masih terus bergerak menuju titik aksi. Aparat keamanan terlihat bersiaga di sekitar kawasan Gedung DPRD Banyuwangi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus memastikan aksi berlangsung tertib.
Belum ada informasi resmi mengenai jumlah peserta yang mengikuti aksi damai tersebut. Panitia juga belum memberikan keterangan terkait dugaan keterlibatan pegawai SPPG sebagai peserta aksi.
Jawa Pos Digital masih berupaya mengonfirmasi kepada penyelenggara aksi, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, maupun pihak terkait mengenai asal-usul peserta serta tujuan penyelenggaraan kegiatan ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin