RADARBANYUWANGI.ID – Jalur utama yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember melalui kawasan Gunung Gumitir kembali mengalami gangguan lalu lintas, Jumat (26/6). Sebuah truk tangki Pertamina jenis trailer mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke selokan di kilometer 237, Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Proses evakuasi yang berlangsung berjam-jam membuat arus kendaraan dari dua arah tersendat dan harus diatur dengan sistem buka-tutup.
Insiden terjadi sekitar pukul 00.38 WIB. Hingga sore hari, badan truk berukuran besar itu masih belum dapat dievakuasi karena petugas harus terlebih dahulu memindahkan sisa bahan bakar minyak (BBM) di dalam tangki demi menghindari risiko kebakaran maupun ledakan.
Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto, mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu kondisi jalan yang licin akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Gumitir saat dini hari.
"Dugaannya karena selip saat hujan lebat. Sopir selamat," ujarnya.
Semula, proses evakuasi dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB setelah alat berat crane tiba di lokasi. Namun rencana tersebut harus ditunda karena prosedur keselamatan mengharuskan seluruh muatan BBM dipindahkan terlebih dahulu.
"Awalnya menunggu crane datang, ternyata molor. Sekarang harus dipindah muatan terlebih dahulu karena ini bahan mudah terbakar," kata Aries.
Menurutnya, proses pengangkatan truk tangki di jalur pegunungan seperti Gumitir membutuhkan penanganan khusus. Selain lokasi yang sempit, bobot kendaraan yang berat serta muatan BBM membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
"Proses evakuasi hingga sore ini belum bisa dilakukan karena kami masih harus menunggu pemindahan BBM selesai. Ini demi keamanan bersama mengingat muatannya merupakan bahan mudah terbakar," jelasnya.
Lambatnya proses evakuasi membuat polisi bersama Relawan Lintas Gumitir menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari arah Banyuwangi maupun Jember.
Petugas bahkan telah menyiapkan skenario penutupan total jalur secara berkala ketika crane mulai mengangkat badan truk dari selokan.
"Saat proses pengangkatan berlangsung nanti, jalur harus ditutup total," tegas Aries.
Kondisi di lapangan semakin menantang karena cuaca di kawasan Gumitir berubah-ubah. Hujan yang turun disertai kabut tebal membuat jarak pandang terbatas dan permukaan jalan menjadi sangat licin, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.
Karena itu, kepolisian mengimbau seluruh pengendara yang akan melintasi Jalur Gumitir agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, bersabar saat terjadi antrean, serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan hingga proses evakuasi truk tangki selesai dilakukan. (sas)
Editor : Ali Sodiqin