Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Api Membara Lima Jam, Gudang Sekam di Singojuruh Banyuwangi Hangus

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 27 Juni 2026 | 03:17 WIB
Petugas Damkarmat bersama kepolisian memadamkan api di gudang sekam penggilingan padi Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh pada Kamis malam (25/6). (Achmad Rudy for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat bersama kepolisian memadamkan api di gudang sekam penggilingan padi Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh pada Kamis malam (25/6). (Achmad Rudy for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran melanda gudang penyimpanan sekam milik pabrik penggilingan beras PT Ratu Makmur Abadi di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Kamis malam (25/6). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp20 juta.

Peristiwa kebakaran diduga dipicu bara api yang berasal dari aktivitas pengelasan atap gudang beberapa hari sebelumnya. Bara yang sempat mengenai tumpukan sekam diduga masih tersimpan di dalam material yang mudah terbakar hingga akhirnya kembali menyala.

Kapolsek Singojuruh, AKP Achma Rudy, menjelaskan bahwa pada Minggu (21/6) dilakukan perbaikan atap gudang menggunakan alat las. Saat pekerjaan berlangsung, percikan api jatuh ke tumpukan sekam.

"Percikan api dari pengelasan yang mengenai sekam saat itu sempat dipadamkan oleh karyawan," ujarnya.

Namun, pada Kamis sekitar pukul 18.55 WIB, dua karyawan, Taupik dan Rohman, kembali melihat kepulan asap dari tumpukan sekam. Tak berselang lama, bara api berubah menjadi kobaran yang terus membesar.

Melihat kondisi tersebut, karyawan segera melaporkan kejadian ke Polsek Singojuruh dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

Menurut Achma Rudy, selain bara api yang tersisa di dalam sekam, keberadaan kabel listrik di dalam tumpukan sekam juga diduga berpotensi menjadi pemicu munculnya kembali kobaran api.

Akibat kebakaran itu, sebagian gudang sekam milik PT Ratu Makmur Abadi mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp20 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Meski kobaran api berhasil dikendalikan, petugas menghadapi tantangan karena bara masih tersimpan di bagian dalam tumpukan sekam yang cukup tinggi.

"Yang perlu diantisipasi adalah bara api di dalam tumpukan sekam yang sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran kembali. Karena itu perlu dilakukan pengerukan menggunakan alat berat agar dipastikan benar-benar padam," terang Achma Rudy.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muklisin, membenarkan proses penanganan kebakaran berlangsung cukup lama, yakni sekitar lima jam. Pemadaman dilakukan menggunakan dua armada dari Sektor Genteng dan Pos Banyuwangi.

"Area yang terbakar memiliki panjang sekitar sembilan meter dengan lebar sekitar 14 meter," jelas Irfan.

Petugas memastikan lokasi terus dipantau hingga proses pendinginan selesai untuk mencegah bara api muncul kembali dari dalam tumpukan sekam. Insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan area kerja benar-benar steril dari sumber panas setelah aktivitas pengelasan, terutama di lingkungan yang menyimpan material mudah terbakar. (why)

Editor : Ali Sodiqin
#gudang sekam #PT Ratu Makmur #kebakaran Banyuwangi #singojuruh #Damkarmat