RADARBANYUWANGI.ID - Tragedi memilukan menimpa Mbah Painem (80), seorang lansia yang hidup sebatang kara di Dukuh Telon, RT 39, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Di tengah gelapnya pemadaman listrik, api kecil dari lilin berubah menjadi bencana besar yang meluluhlantakkan seluruh rumahnya pada Jumat (19/6) malam.
Kronologi Kebakaran Rumah Mbah Painem di Sragen
Kebakaran terjadi di kediaman Dukuh Telon RT 39 Desa Sambi Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen yang dihuni Mbah Painem, seorang petani lansia berusia 80 tahun yang hidup seorang diri.
Peristiwa bermula saat wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik sejak pukul 17.30 WIB. Dalam kondisi gelap, korban menyalakan lilin sebagai penerangan di dalam rumah.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Mbah Painem kemudian pergi ke rumah tetangga, Harso Saputro (69), untuk mengobrol sambil menunggu listrik kembali menyala.
Namun, diduga karena hembusan angin atau posisi lilin yang terlalu dekat, api menyambar gorden rumah. Dalam waktu singkat, api merembet ke kasur berbahan kapas dan membesar tak terkendali.
Warga Panik, Api Terlanjur Membesar
Sekitar pukul 19.30 WIB, saksi Harso Saputro melihat kobaran api sudah membumbung tinggi di bagian belakang rumah Mbah Painem. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Warga sekitar yang dipimpin Ismanto (47) berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api terus membesar dan sulit dikendalikan.
Damkar Turun Tangan, Rumah Tak Terselamatkan
Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Permana, segera menghubungi pihak kepolisian dan Damkar Sragen.
Kabid Damkar Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan unit Double Cabin dan Water Supply setelah menerima laporan.
“Pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam dan baru selesai pukul 21.00 WIB,” ujarnya.
Kerugian dan Kondisi Korban
Kebakaran menghanguskan hampir seluruh bagian rumah, termasuk perabotan seperti TV, lemari, kasur, hingga peralatan dapur. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun Mbah Painem sempat pingsan akibat syok dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Sambirejo untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambirejo memastikan situasi kini sudah terkendali.
Imbauan Keselamatan
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan sumber penerangan alternatif seperti lilin saat pemadaman listrik, terutama di rumah berbahan mudah terbakar. (*)
Editor : Ali Sodiqin