Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dentuman Keras Pecah Tengah Malam, Warung Kopi di Kebalenan Banyuwangi Ludes Terbakar

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:00 WIB
Petugas Damkarmat berusaha memadamkan kobaran api yang melumat warung kopi asem milik Ita Wahyuni di Jalan Trunojoyo, Kebalenan, Jumat dini hari (19/6). (Damkarmat Banyuwangi)
Petugas Damkarmat berusaha memadamkan kobaran api yang melumat warung kopi asem milik Ita Wahyuni di Jalan Trunojoyo, Kebalenan, Jumat dini hari (19/6). (Damkarmat Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suara ledakan keras memecah kesunyian dini hari di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Jumat (19/6). Saat warga berhamburan keluar rumah, kobaran api sudah membesar dan melalap sebuah warung kopi milik Ita Wahyuni, 31. Dalam hitungan menit, bangunan semi permanen itu berubah menjadi puing-puing hitam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 tersebut. Namun, seluruh isi warung kopi yang dikenal warga sebagai warung kopi asem itu hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Muhammad Kadhafi mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara ledakan dari dalam bangunan.

“Warga yang mendengar ledakan langsung keluar rumah dan mendapati bangunan sudah terbakar,” ujarnya.

Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya. Namun, material bangunan yang didominasi kayu, triplek, dan asbes membuat kobaran api cepat membesar.

Api yang terus berkobar akhirnya membuat salah seorang warga menghubungi call center Damkarmat Banyuwangi sekitar pukul 01.35 WIB.

Mendapat laporan tersebut, Damkarmat langsung mengerahkan Regu Brama 1 ke lokasi kejadian. Dua armada pemadam, yakni Ayaxx 03 dan Fire Doome 05, diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah.

“Menerima laporan tersebut, Damkarmat Banyuwangi langsung mengerahkan regu brama 1 ke lokasi. Dua unit armada pemadam, yakni Ayaxx 03 dan Fire Doome 05, diterjunkan untuk melakukan pemadaman,” terang Kadhafi.

Petugas bersama personel kepolisian dan warga setempat memfokuskan penyemprotan di sisi barat dan selatan bangunan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah api merembet ke rumah dan bangunan lain di sekitar lokasi.

Setelah api berhasil dilokalisasi, petugas bergerak menuju titik pusat kebakaran untuk memastikan seluruh bara padam.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.02. Selanjutnya petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh rangkaian penanganan selesai pukul 03.03,” ungkapnya.

Meski warga mendengar ledakan tabung LPG saat kebakaran berlangsung, hasil penyelidikan awal Damkarmat justru mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran.

Kadhafi menjelaskan, sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di bagian tengah bangunan. Api yang muncul kemudian membakar berbagai barang mudah terbakar di dalam warung hingga menjalar dengan cepat.

“Kami menduga sumber api berasal dari hubungan arus pendek listrik,” katanya.

Di tengah kobaran api, sebuah tabung LPG 3 kilogram ikut terbakar dan akhirnya meledak. Ledakan tersebut membuat kobaran api semakin besar sekaligus mempercepat proses pembakaran bangunan.

“Ledakan tabung elpiji mengakibatkan kobaran api semakin besar dan mempercepat proses pembakaran bangunan,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, seluruh bangunan berukuran sekitar 9 x 7 meter beserta isinya ludes terbakar. Berbagai peralatan rumah tangga dan usaha seperti televisi, kulkas, magic com, kipas angin, blender, setrika, lemari, hingga perabot lainnya tidak dapat diselamatkan.

Meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta, warga bersyukur tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Damkarmat Banyuwangi pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, terutama bangunan yang menggunakan banyak sambungan kabel dan menyimpan bahan mudah terbakar.

“Kewaspadaan terhadap instalasi listrik sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkas Kadhafi. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Ledakan elpiji #Damkarmat Banyuwangi #kebakaran Banyuwangi #Korsleting Listrik #warung kopi