Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Belum 24 Jam Menjabat, Rachmat Kurniawan Bongkar Jaringan Narkoba di Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:55 WIB
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan didampingi Plt Kepala Kesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono merilis pengungkapan narkona jenis sabu dan ekstasi di markas BNNK Jalan Basuki Rahmat, Jumat malam (19/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan didampingi Plt Kepala Kesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono merilis pengungkapan narkona jenis sabu dan ekstasi di markas BNNK Jalan Basuki Rahmat, Jumat malam (19/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Belum genap 24 jam sejak dilantik sebagai Kepala BNNK Banyuwangi, Kombespol Rachmat Kurniawan langsung menunjukkan taringnya. Ia memimpin operasi gabungan yang berhasil menggagalkan peredaran sabu dan ekstasi serta menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar jaringan lokal di Banyuwangi.

Penangkapan itu berlangsung di sebuah lahan kosong di kawasan Jalan Letkol Gusti I Ngurah Rai, Gang Tembusan, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Kamis malam (18/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Tersangka berinisial TMD, 39, warga Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, tak berkutik saat tim gabungan dari Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jawa Timur dan Sie Pemberantasan BNNK Banyuwangi melakukan penyergapan.

Dari tangan tersangka, petugas menyita narkotika jenis sabu dengan berat bruto 50,30 gram yang dikemas dalam satu klip plastik. Selain itu, petugas juga mengamankan lima klip plastik berisi ekstasi dengan total berat bruto 44,88 gram.

Barang bukti ekstasi tersebut terdiri atas beberapa paket dengan berat berbeda, yakni 1,92 gram, 0,95 gram, 18,87 gram, 6,87 gram, dan 6,27 gram.

Tak hanya narkotika, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran gelap. Di antaranya satu unit timbangan digital, dua bendel plastik klip kosong, satu sendok makan yang digunakan sebagai alat takar, dua telepon seluler merek Redmi 15 dan Vivo Y28, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih bernomor polisi P-6089-ZV.

Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian. Kawasan itu diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba dengan modus ranjau atau meletakkan barang di titik tertentu untuk kemudian diambil oleh pembeli.

“Merespons cepat informasi tersebut, saya bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Timur langsung memimpin tim opsnal melakukan surveillance di sekitar lokasi. Dengan banyaknya barang bukti narkotika yang berhasil diamankan, kami telah menyelamatkan ratusan nyawa dari ancaman bahaya narkotika,” tegas Rachmat.

Mantan Kasatreskrim Polres Banyuwangi itu menjelaskan, setelah melakukan pengintaian selama beberapa waktu, petugas melihat tersangka datang ke lokasi dan mengambil sebuah bungkusan yang diduga berisi narkotika.

Tanpa memberi kesempatan melarikan diri, petugas langsung melakukan penyergapan dan mengamankan tersangka beserta barang bukti.

“Kami datang untuk mempersempit ruang gerak bandar. Tidak ada tempat aman bagi narkoba di Banyuwangi,” ujarnya dengan nada tegas.

Rachmat menilai keberhasilan pengungkapan kasus dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirinya dilantik merupakan bukti bahwa BNNK Banyuwangi bergerak cepat dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika.

Menurut dia, keberadaan timbangan digital dan plastik klip kosong menjadi indikasi kuat bahwa tersangka tidak sekadar pengguna, melainkan bagian dari jaringan pengedar yang selama ini beroperasi di Banyuwangi.

“Keberadaan barang bukti berupa timbangan digital dan dua bendel plastik klip kosong ini menjadi bukti otentik bahwa tersangka adalah bagian dari jaringan pengedar yang merusak masyarakat kita,” tegasnya.

BNNK Banyuwangi memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain maupun jaringan yang memasok barang haram tersebut ke Banyuwangi.

Operasi perdana yang dipimpin Rachmat itu sekaligus menjadi pesan tegas bahwa perang melawan narkotika di Banyuwangi akan semakin diperkuat. Aparat berkomitmen memburu para bandar hingga ke akar-akarnya demi mewujudkan Banyuwangi yang bersih dari narkoba. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#sabu Banyuwangi #Rachmat Kurniawan #Ekstasi Banyuwangi #BNNK Banyuwangi #pengedar narkoba