RADARBANYUWANGI.ID - Warga Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, dikejutkan dengan penemuan seorang pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di tepi jalan pada Sabtu (13/6). Korban yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu selama ini dikenal sering berkeliling kampung dan tidur di sejumlah lokasi kosong di sekitar desa.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Suryadi, 57, saat melintas di lokasi penemuan jenazah. Awalnya, pria tanpa identitas itu hanya dikira sedang tertidur seperti biasanya.
Namun rasa penasaran membuat Suryadi mendekat untuk memastikan kondisi korban. Saat itulah ia menyadari bahwa pria tersebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Saat dicek itulah baru diketahui mister X atau ODGJ itu telah meninggal dunia,” kata Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono.
Mengetahui kondisi tersebut, Suryadi segera memberi tahu warga sekitar yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, petugas Polsek Purwoharjo bersama tim medis dari Puskesmas Grajagan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.
Pemeriksaan awal dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil pengecekan medis di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut.
“Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah ODGJ kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Blambangan guna penanganan lebih lanjut,” terang Agus.
Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban. Hingga proses evakuasi dilakukan, tidak ditemukan dokumen identitas yang dapat mengungkap asal-usul maupun keluarga pria tersebut.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban telah berada di Desa Glagahagung sekitar 15 hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Selama itu, ia kerap terlihat berjalan kaki mengelilingi kampung sambil membawa tas kecil berwarna biru.
Di dalam tas tersebut, korban diketahui menyimpan beberapa barang pribadi sederhana seperti topi dan makanan ringan. Saat malam hari, ia sering beristirahat atau tidur di depan warung kosong maupun tempat teduh yang ada di sekitar desa.
Meski tidak diketahui identitasnya, sebagian warga mengenali keberadaan korban karena aktivitasnya yang rutin terlihat setiap hari.
Polisi berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mengungkap identitas pria tersebut agar pihak keluarga bisa segera dihubungi.
Adapun ciri-ciri korban yakni berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 40 hingga 50 tahun, memiliki tinggi badan kurang lebih 160 sentimeter, mengenakan sarung bermotif cokelat, serta baju berwarna hitam saat ditemukan.
“Bagi masyarakat yang mengetahui identitasnya atau keluarganya bisa datang ke RSUD Blambangan,” ujar Agus.
Saat ini jenazah masih berada di RSUD Blambangan sambil menunggu kemungkinan adanya pihak keluarga atau kerabat yang datang untuk melakukan identifikasi.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi pihak berwenang maupun mendatangi rumah sakit untuk membantu proses identifikasi lebih lanjut.
Penemuan pria tanpa identitas ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap kelompok rentan, termasuk mereka yang hidup tanpa keluarga atau mengalami gangguan kejiwaan. Di tengah keterbatasan identitas yang dimiliki korban, aparat berharap masih ada pihak yang mengenali dan dapat memberikan informasi mengenai asal-usulnya. (why)
Editor : Ali Sodiqin