RADARBANYUWANGI.ID - Kelalaian kecil saat memasak nyaris berujung petaka. Atap rumah milik seorang lansia di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terbakar pada Jumat malam (12/6). Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke seluruh bangunan rumah.
Insiden tersebut menimpa rumah milik Robingu Sutjahyo, 74, sekitar pukul 20.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Namun, bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat dilalap api yang diduga berasal dari tungku masak yang masih menyala.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kobaran api muncul dari bagian atas rumah. Laporan kemudian diteruskan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Petugas Damkarmat Sektor Srono, Heri Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.20 WIB. Tak lama berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pemadaman.
“Sesampainya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan asesmen terhadap kondisi rumah dan titik sumber api sebelum melakukan proses pemadaman,” ujarnya.
Setelah memastikan lokasi aman untuk penanganan, petugas menggelar peralatan pemadaman berupa satu selang berukuran 1,5 inci lengkap dengan nozzle. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari personel Damkarmat Sektor Genteng.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB. Meski kobaran telah padam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bagian atap maupun struktur bangunan lainnya.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya penyalaan kembali atau re-ignition yang kerap menjadi ancaman pada kasus kebakaran bangunan.
“Petugas melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 21.45 dan sumber api sudah dipastikan tidak ada,” jelas Heri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga dipicu api dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak. Sebelum kejadian, korban diketahui sedang membakar kayu di tungku dapur. Namun setelah aktivitas memasak selesai, api diduga belum benar-benar padam.
Tanpa disadari, panas dan percikan api kemudian merambat ke bagian atap rumah yang sebagian materialnya mudah terbakar. Karena berada di bagian atas bangunan, kobaran api baru diketahui setelah mulai membesar.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat pembakaran kayu di tungku, lalu lupa mematikan api,” tegas Heri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku tradisional maupun sumber api lainnya di rumah. Petugas mengimbau warga selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur atau beristirahat, terutama pada rumah yang masih menggunakan material mudah terbakar di bagian atap dan dapur.
Berkat respons cepat warga dan petugas pemadam kebakaran, kebakaran di Desa Tapanrejo tersebut berhasil dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih besar dan menimbulkan kerugian yang lebih luas. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin