Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kecelakaan Beruntun di Banyuwangi, Pria 58 Tahun Meninggal di Tempat

Zamrozi Wahyu • Jumat, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB
TANDAI LOKASI: Anggota Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Jumat (12/6). (PEPRI for Radar Banyuwangi)
TANDAI LOKASI: Anggota Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Jumat (12/6). (PEPRI for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu sepeda pancal merenggut satu nyawa di Jalan Raya Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jumat (12/6). Seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian setelah terjatuh akibat benturan awal dan kemudian tertabrak kendaraan lain yang melaju dari belakang.

Korban meninggal diketahui berinisial K, 58, warga Kecamatan Gambiran. Pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi P 4324 RK itu mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, dua pengguna jalan lainnya, yakni pengendara sepeda motor Honda Scoopy dan pengayuh sepeda pancal, hanya mengalami luka lecet akibat insiden tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alvian menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Yamaha Vega yang dikendarai korban melaju dari arah barat. Pada saat bersamaan, di depannya melaju sepeda pancal yang dikendarai S, 74, warga Kecamatan Srono.

"Kedua pengguna jalan itu melaju dari arah yang sama, yaitu dari arah barat," ujarnya.

Menurut Tri, jarak yang terlalu dekat membuat pengendara Yamaha Vega tidak sempat menghindar sehingga terjadi benturan dengan sepeda pancal di depannya. Benturan tersebut menyebabkan korban kehilangan kendali dan terjatuh ke badan jalan.

Nahas, saat tubuh korban terjatuh di jalur lalu lintas, dari arah belakang melaju sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai NK, 18, warga Kecamatan Kalibaru. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan pandangan yang terbatas, pengendara Scoopy tidak mampu menghindari korban yang berada di jalan.

"Pandangan kurang, NK yang melaju di belakangnya kemudian menabrak korban yang sudah terjatuh," terang Tri.

Benturan kedua inilah yang mengakibatkan korban mengalami luka fatal di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengendara Honda Scoopy dan pesepeda pancal hanya mengalami luka lecet dan tidak sampai menjalani perawatan intensif.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Genteng untuk penanganan lebih lanjut.

"K mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Genteng," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan untuk menjaga jarak aman saat berkendara, terutama di jalur yang digunakan secara bersamaan oleh kendaraan bermotor dan pesepeda. Jarak yang terlalu dekat dan keterbatasan pandangan sering kali menjadi faktor pemicu kecelakaan beruntun yang berakibat fatal. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi hari ini #Kecelakaan Srono #korban tewas #Yamaha Vega #tabrakan beruntun