Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemadaman Listrik Meluas di Banyuwangi, Puluhan Desa Terdampak

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 12 Juni 2026 | 03:30 WIB
KUMPULKAN VENDOR: Untuk mengamankan distribusi listrik ke pelanggan, Kamis (11/6) PLN Banyuwangi melaksanakan apel di lapangan luar Stadion Diponegoro. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
KUMPULKAN VENDOR: Untuk mengamankan distribusi listrik ke pelanggan, Kamis (11/6) PLN Banyuwangi melaksanakan apel di lapangan luar Stadion Diponegoro. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi sejak Rabu (10/6) hingga Kamis (11/6) memicu pertanyaan masyarakat. Pasalnya, penghentian aliran listrik berlangsung di puluhan desa dan kelurahan yang tersebar dari wilayah kota hingga kawasan selatan dan barat Banyuwangi.

PT PLN (Persero) menjelaskan, pemadaman tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi listrik guna menjaga keandalan pasokan listrik jangka panjang. Tercatat, sebanyak 36 desa dan tiga kelurahan terdampak penghentian sementara aliran listrik selama proses pekerjaan berlangsung.

Pemadaman pertama dilakukan di wilayah Kecamatan Glagah dan Licin sebagai bagian dari kegiatan pemeliharaan jaringan distribusi. Dalam pelaksanaannya, PLN melakukan pengaturan operasional dan manajemen beban secara bertahap untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman.

“Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keandalan sistem dan keselamatan seluruh pihak,” ujar Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN (Persero) UID Jawa Timur UP3 Banyuwangi, Widi Umaryanto.

Pada Kamis (11/6), pekerjaan berlanjut melalui pemeliharaan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang tersebar di sejumlah wilayah layanan PLN. Kegiatan itu mencakup area kerja ULP Banyuwangi Kota, ULP Rogojampi, ULP Muncar, ULP Jajag, hingga ULP Genteng.

Menurut Widi, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan, termasuk penggantian material yang sudah memasuki masa pemeliharaan untuk mencegah gangguan yang berpotensi memicu pemadaman tidak terencana.

“Petugas sedang melakukan pengecekan terhadap kondisi peralatan jaringan, termasuk penggantian material yang telah memasuki masa pemeliharaan,” jelasnya.

Selain perawatan jaringan, PLN juga melakukan perabasan atau pemangkasan pohon yang berada dekat dengan jalur listrik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan akibat ranting atau pohon yang menyentuh kabel listrik, terutama saat cuaca ekstrem dan angin kencang.

Gangguan pada jaringan SUTM, lanjut Widi, dapat menyebabkan putusnya penghantar listrik hingga kerusakan peralatan distribusi. Karena itu, pemeliharaan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses pekerjaan berlangsung. Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas, masyarakat, serta keandalan pasokan listrik kepada pelanggan,” tegasnya.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif selama pemadaman berlangsung. Di antaranya mengisi daya perangkat penting seperti telepon seluler, lampu darurat, dan powerbank sebelum jadwal pemadaman dimulai.

Selain itu, warga diminta menyesuaikan aktivitas yang bergantung pada listrik agar tidak terganggu selama proses pemeliharaan berlangsung.

“Termasuk melakukan pengaturan aktivitas yang membutuhkan pasokan listrik agar tidak terganggu selama proses pemadaman,” tambah Widi.

Di tengah pelaksanaan pemadaman tersebut, PLN Banyuwangi juga menggelar apel kesiapan personel di lapangan barat Stadion Diponegoro, Kamis (11/6). Ratusan pekerja dari sembilan vendor yang menangani konstruksi dan jaringan listrik wilayah Banyuwangi-Situbondo dikumpulkan untuk pemeriksaan kelengkapan kerja.

Kehadiran ratusan personel lengkap dengan peralatan kerja sempat menarik perhatian masyarakat. Namun PLN memastikan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk memastikan seluruh petugas dan peralatan siap digunakan dalam mendukung pelayanan kelistrikan.

“Ini aktivitas rutin. Kita melakukan pengecekan sertifikat petugas, kemudian alat-alat dan personel. Untuk memastikan tugas mereka bisa berjalan dengan baik,” ujar Manajer PLN ULP Banyuwangi Kota, Pujianto.

Melalui pemeliharaan jaringan yang dilakukan secara bertahap ini, PLN berharap keandalan sistem kelistrikan di Banyuwangi dapat semakin terjaga sehingga risiko gangguan dan pemadaman tak terencana dapat diminimalkan pada masa mendatang. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SUTM PLN #pln banyuwangi #jaringan listrik #pemadaman listrik #listrik padam