Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Black Out di Banyuwangi, Warga Nyalakan Lilin hingga Api Kayu

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 11 Juni 2026 | 04:00 WIB
BLACK OUT: Gara-gara listrik padam, warga di daerah Kampunganyar, Glagah, membakar kayu di halaman rumahnya sebagai penerangan, petang, Rabu (10/6). (Syaifuddin M/Radar Banyuwangi)
BLACK OUT: Gara-gara listrik padam, warga di daerah Kampunganyar, Glagah, membakar kayu di halaman rumahnya sebagai penerangan, petang, Rabu (10/6). (Syaifuddin M/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemadaman listrik total atau black out yang terjadi dari wilayah Kalibendo, Kecamatan Glagah, hingga Desa Kemiren, Banyuwangi, Selasa petang (10/6), membuat aktivitas masyarakat terganggu. Hingga malam hari, sejumlah kawasan masih berada dalam kondisi gelap gulita, sementara penyebab gangguan listrik tersebut belum diketahui.

Pemadaman yang terjadi menjelang malam itu langsung berdampak pada kehidupan warga. Pertokoan, rumah tangga, hingga aktivitas sosial masyarakat terpaksa menyesuaikan kondisi akibat terhentinya pasokan listrik secara mendadak.

Di sejumlah titik, pemilik toko yang memiliki genset berkapasitas kecil masih dapat menjalankan aktivitas secara terbatas. Lampu-lampu di beberapa pertokoan tetap menyala meski tidak seterang biasanya. Namun kondisi berbeda dialami mayoritas warga yang tidak memiliki sumber listrik cadangan.

Sejumlah rumah terlihat hanya mengandalkan cahaya lilin sebagai penerangan. Bahkan, beberapa warga memilih menyalakan api kayu di depan rumah untuk membantu penerangan lingkungan sekitar sekaligus mengusir gelap yang menyelimuti kawasan permukiman.

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah tempat ibadah. Beberapa masjid masih dapat menyalakan sebagian lampu karena memiliki sumber daya cadangan, sehingga aktivitas ibadah tetap bisa berlangsung meski dengan keterbatasan.

Selain berdampak pada aktivitas rumah tangga, pemadaman listrik juga sempat mengganggu agenda persiapan kegiatan masyarakat. Salah satunya rapat persiapan pergelaran wayang kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara yang digelar Polresta Banyuwangi di kawasan Kalibendo.

Imam, salah satu peserta rapat, mengaku bersyukur kegiatan tersebut telah selesai sebelum kondisi pemadaman semakin meluas.

“Untungnya menjelang petang rapatnya sudah selesai,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab terjadinya black out yang melanda sejumlah wilayah tersebut. Warga berharap pasokan listrik dapat segera normal mengingat aktivitas malam hari sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik.

Pemadaman listrik dalam skala luas seperti ini tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kegiatan sosial yang berlangsung pada malam hari.

Masyarakat di wilayah terdampak memilih menunggu pemulihan jaringan sambil memanfaatkan penerangan darurat. Di tengah gelapnya malam, cahaya lilin dan api kayu menjadi alternatif sederhana yang membantu warga menjalani aktivitas hingga listrik kembali menyala. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#desa kemiren #Kalibendo #glagah #black out #listrik padam