Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Blower AC Raib Beruntun di Banyuwangi, Polisi Curigai Ada Sindikat

Bagus Rio Rohman • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:00 WIB
Dinamo AC Diburu Maling, Kasus Beruntun Muncul di Banyuwangi. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
Dinamo AC Diburu Maling, Kasus Beruntun Muncul di Banyuwangi. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Gelombang pencurian blower air conditioner (AC) mulai meresahkan masyarakat Banyuwangi. Dalam beberapa pekan terakhir, laporan kehilangan komponen pendingin ruangan tersebut bermunculan di sejumlah wilayah. Yang terbaru, dua unit blower AC milik Guest House Melati SMAN 1 Glagah dilaporkan hilang pada Rabu (10/6).

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian blower AC yang sebelumnya juga terjadi di lingkungan TK/SD Islam Al Qomar. Modus yang digunakan pelaku pun hampir serupa. Bagian casing AC dibiarkan tetap terpasang, sementara komponen utama berupa dinamo dan perangkat bernilai ekonomis lainnya dibawa kabur.

Maraknya kejadian tersebut memunculkan dugaan adanya sindikat yang bekerja secara terorganisir. Polanya disebut mirip dengan kasus pencurian meteran milik PUDAM Banyuwangi yang sempat marak beberapa waktu lalu, yakni melibatkan pelaku lapangan sekaligus penadah yang menampung hasil curian.

Di SMAN 1 Glagah, hilangnya dua blower AC pertama kali diketahui setelah perangkat pendingin ruangan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati dua unit blower yang terpasang di bagian luar bangunan sudah tidak berada di tempat.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Laporan kemudian disampaikan ke Polsek Glagah untuk ditindaklanjuti.

Kapolsek Glagah AKP Edy Jaka Supa’at membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi.

“Benar, kami menerima laporan terkait dugaan pencurian dua unit blower AC di wilayah Glagah. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Anggota sudah melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya.

Polisi juga berupaya menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

“Kami masih mengumpulkan petunjuk-petunjuk yang ada. Semua informasi yang diperoleh akan kami dalami untuk mengungkap pelaku,” tambahnya.

Menurut Edy, blower AC menjadi salah satu aset yang rentan dicuri karena lokasinya berada di luar bangunan dan relatif mudah dibongkar apabila tidak dilengkapi sistem pengamanan tambahan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perangkat pendingin ruangan yang dipasang di area terbuka.

“Kami mengimbau pemilik rumah maupun pelaku usaha agar menambah sistem pengamanan, baik dengan pemasangan CCTV, pagar pelindung, maupun pengunci tambahan pada unit AC yang berada di luar bangunan,” katanya.

Kasus serupa juga terdeteksi di wilayah Kecamatan Kalipuro. Polsek Kalipuro menerima laporan kehilangan blower AC dengan pola yang hampir identik. Sejumlah lokasi dilaporkan menjadi sasaran pelaku yang diduga beraksi pada malam hingga dini hari ketika situasi lingkungan sedang sepi.

Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap laporan yang masuk. Polisi belum menutup kemungkinan adanya keterkaitan antara kasus di Kalipuro dengan sejumlah kejadian serupa di wilayah lain.

“Memang ada laporan terkait kehilangan blower AC di wilayah hukum Polsek Kalipuro. Saat ini masih kami lakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku dan bagaimana modus operandi yang digunakan,” ujarnya.

Menurut Sukirman, dugaan keterlibatan jaringan yang sama masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui hasil penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.

“Kami masih mendalami semua informasi yang ada. Apakah pelakunya orang yang sama atau berbeda, tentu perlu pembuktian lebih lanjut berdasarkan hasil penyelidikan,” katanya.

Polisi menilai blower AC menjadi target empuk karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Selain itu, komponen seperti dinamo dan onderdil lainnya relatif mudah dipasarkan di pasar barang bekas maupun jaringan penadah.

Fenomena ini membuat aparat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan serupa. Masyarakat pun diminta lebih aktif mengawasi lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama pada malam hingga dini hari.

“Saat ini meski hanya satu laporan yang masuk sedang kami tindak lanjuti. Kami berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” pungkas Sukirman. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Polsek Glagah #pencurian AC #blower AC #sindikat pencuri #kalipuro