RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Wangi mendadak gempar, Minggu sore (7/6). Sebuah truk sarat muatan besi rongsokan yang baru saja turun dari kapal mendadak bergerak mundur, terguling, lalu tercebur ke kolam laut di kawasan dermaga. Tidak hanya itu, kendaraan tersebut juga menimpa pipa distribusi milik Pertamina yang berada di area pelabuhan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu langsung memicu respons cepat dari petugas pelabuhan, Pelindo, dan Pertamina. Hingga petang, proses evakuasi kendaraan dan pemeriksaan infrastruktur masih terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kerusakan yang berpotensi menimbulkan risiko lebih besar.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan KSOP Tanjung Wangi Budi Sanjoyo mengatakan, berdasarkan laporan operator kapal PT ALP, truk tersebut sebelumnya baru keluar dari KMP Mutiara Ferindo 2 yang melayani lintasan Tanjung Wangi–Gili Mas.
Kapal tersebut melakukan proses bongkar muatan di Dermaga Trestel 2 Pelabuhan Tanjung Wangi. Setelah keluar dari kapal, kendaraan bergerak menuju area Dermaga Trestel 3.
“Setelah keluar dari kapal, truk melakukan manuver menuju area Dermaga Trestel 3,” ujarnya.
Mendadak Mundur dan Terjun ke Kolam Laut
Menurut Budi, saat berada di ujung dermaga, truk yang semula dalam posisi parkir tiba-tiba bergerak mundur. Kendaraan bermuatan besi rongsokan itu kemudian kehilangan kendali dan terguling ke kolam laut yang berada di sisi dermaga.
Muatan besi yang dibawa truk ikut berhamburan dan mengenai pipa distribusi milik Pertamina yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian para pekerja pelabuhan dan pengguna jasa penyeberangan yang berada di kawasan dermaga. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Dugaan Sopir Lupa Aktifkan Rem Tangan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu faktor kelalaian saat kendaraan diparkir.
Petugas menduga sopir tidak mengaktifkan rem tangan sehingga kendaraan bergerak sendiri akibat kondisi permukaan dermaga.
“Dugaannya karena sopir lupa mengaktifkan hand rem, akhirnya truk mundur dan terguling,” kata Budi.
Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.
Pipa Pertamina Diperiksa, Evakuasi Dikebut
Karena truk dan muatan besi rongsokan menimpa fasilitas milik Pertamina, petugas langsung melakukan langkah antisipasi untuk memastikan tidak terjadi kebocoran maupun kerusakan serius pada jaringan distribusi.
Hingga sekitar pukul 18.00, tim gabungan dari Pertamina dan Pelindo masih melakukan pemeriksaan kondisi pipa sambil mempercepat proses evakuasi kendaraan menggunakan alat berat.
“Petugas berupaya melakukan percepatan dengan crane untuk mengantisipasi kondisi pipa Pertamina yang tertimpa truk,” jelas Budi.
Selain mengangkat badan truk dari area laut, proses evakuasi juga difokuskan untuk mengamankan muatan besi rongsokan yang tercecer di sekitar lokasi kejadian.
Aktivitas Pelabuhan Tetap Berjalan
Meski sempat menimbulkan perhatian dan memerlukan penanganan khusus, aktivitas operasional Pelabuhan Tanjung Wangi dilaporkan tetap berjalan normal. Petugas memastikan area kejadian telah diamankan untuk mencegah gangguan terhadap lalu lintas kendaraan maupun aktivitas bongkar muat lainnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan saat proses bongkar muat kendaraan di kawasan pelabuhan. Kelalaian kecil seperti tidak mengaktifkan rem tangan dapat berujung pada kecelakaan yang berpotensi membahayakan fasilitas vital dan mengganggu operasional pelabuhan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin