RADARBANYUWANGI.ID – Sirene mobil pemadam kebakaran yang meraung di jalanan Banyuwangi ternyata tidak selalu menandakan kebakaran. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mencatat telah menjalankan 489 operasi darurat. Dari jumlah tersebut, 61 merupakan kejadian kebakaran, sementara 428 lainnya adalah misi penyelamatan yang melibatkan manusia, hewan, hingga penyelamatan harta benda milik warga.
Data tersebut menunjukkan peran Damkarmat Banyuwangi yang kini tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam berbagai situasi darurat yang terjadi di tengah masyarakat.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono melalui Humas Damkarmat Banyuwangi Dhafi mengatakan, puluhan kebakaran yang terjadi selama lima bulan pertama tahun ini didominasi oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
“Dari 61 kejadian kebakaran yang kami tangani sejak awal tahun hingga akhir Mei, sebagian besar disebabkan korsleting listrik,” ujarnya.
Objek kebakaran yang ditangani pun beragam. Mulai rumah tinggal, tempat usaha, gedung, lahan kosong, hingga kawasan hutan yang berpotensi menimbulkan kerugian besar apabila tidak segera ditangani.
Menurut Dhafi, setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh petugas guna mencegah api meluas dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Misi Penyelamatan Lebih Banyak dari Kebakaran
Menariknya, jumlah operasi penyelamatan yang dilakukan Damkarmat Banyuwangi jauh lebih tinggi dibanding penanganan kebakaran.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 428 kejadian penyelamatan berhasil ditangani. Angka tersebut menunjukkan bahwa tugas petugas pemadam saat ini semakin kompleks dan tidak lagi terbatas pada pemadaman api.
“Untuk kejadian penyelamatan selama awal tahun hingga akhir Mei sebanyak 428 kejadian. Yang sering dilakukan adalah pengamanan di rumah masyarakat,” kata Dhafi.
Berdasarkan data yang dimiliki Damkarmat Banyuwangi, karakteristik kejadian penyelamatan sangat beragam. Mulai evakuasi warga yang membutuhkan bantuan darurat, penyelamatan hewan yang masuk ke permukiman, penanganan dampak bencana alam, hingga upaya penyelamatan aset dan barang berharga milik masyarakat.
Korsleting Masih Jadi Ancaman Utama
Tingginya angka kebakaran akibat korsleting listrik menjadi perhatian tersendiri. Kondisi instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan maupun penggunaan peralatan elektronik secara berlebihan masih menjadi faktor pemicu yang sering ditemukan di lapangan.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha untuk mengurangi risiko kebakaran.
Selain respons cepat saat kejadian darurat, Damkarmat Banyuwangi juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran dan langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
Peran Damkar Kini Semakin Luas
Perkembangan tugas pemadam kebakaran menunjukkan adanya perubahan peran yang signifikan. Jika dahulu identik dengan pemadaman api, kini petugas Damkarmat juga menjadi ujung tombak berbagai operasi penyelamatan yang membutuhkan respons cepat dan keterampilan khusus.
Dalam lima bulan pertama tahun ini saja, rata-rata hampir tiga laporan darurat masuk setiap hari ke Damkarmat Banyuwangi. Mulai kebakaran, evakuasi hewan, penyelamatan warga, hingga penanganan berbagai kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Di balik suara sirene yang melintas di jalan raya, ada ratusan operasi kemanusiaan yang telah dijalankan. Fakta tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Damkarmat tidak hanya penting saat api berkobar, tetapi juga menjadi harapan masyarakat dalam berbagai situasi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin