Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Rumah Warga Sidodadi Banyuwangi Terbakar, Dapur dan Dua Kamar Ludes

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:30 WIB
Gara-gara puntung rokok, rumah warga Sidodadi Wongsorejo dilalap api. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Gara-gara puntung rokok, rumah warga Sidodadi Wongsorejo dilalap api. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sebuah rumah warga di Dusun Curah Sawo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dilalap api pada Rabu malam (4/6). Kebakaran yang diduga dipicu puntung rokok tersebut menghanguskan dapur dan dua kamar di bagian belakang rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.

Peristiwa yang sempat membuat panik warga sekitar itu terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Kobaran api yang muncul dari bagian belakang rumah dengan cepat membesar sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berupaya melakukan pertolongan awal sembari melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Mendapat laporan adanya kebakaran rumah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi langsung mengerahkan tiga unit armada ke lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah korban.

Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan strategi pemadaman dilakukan dari dua sisi bangunan sekaligus. Langkah itu diambil karena posisi rumah berada di kawasan permukiman warga yang cukup berdekatan.

“Kami melakukan pemadaman dari sisi selatan dan utara agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi,” ujarnya.

Upaya pemadaman berlangsung cukup intens. Saat melakukan penyisiran di dalam bangunan, petugas masih menemukan titik api yang menyala pada kasur kapuk di salah satu kamar. Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran susulan apabila tidak segera ditangani.

Petugas kemudian melakukan penyemprotan secara menyeluruh hingga memastikan seluruh sumber api benar-benar padam. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan.

Meski api sudah padam, proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa. Langkah tersebut menjadi prosedur penting guna mengantisipasi kebakaran kembali muncul setelah petugas meninggalkan lokasi.

Akibat insiden tersebut, dapur serta dua kamar yang berada di bagian belakang rumah mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.

Siti Nur Fatimah, 26, anak pemilik rumah, mengatakan sebelum kebakaran terjadi tidak ada aktivitas memasak yang dilakukan keluarganya. Saat itu, ibunya, Rahmiyati, 60, hanya sempat ke kamar mandi sebelum beristirahat di ruang tengah rumah.

“Tidak ada yang memasak. Ibu habis dari kamar mandi lalu tidur di ruang tengah,” katanya.

Keterangan tersebut menguatkan dugaan bahwa sumber api bukan berasal dari aktivitas memasak. Berdasarkan hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang masih menyisakan bara dan kemudian menyulut material mudah terbakar di dalam rumah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuang puntung rokok. Bara api yang tampak kecil kerap menjadi penyebab kebakaran rumah, terutama saat mengenai benda-benda yang mudah terbakar seperti kasur, kain, maupun perabot berbahan kayu.

Berkat kesigapan warga dan cepatnya respons petugas Damkarmat Banyuwangi, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#rumah terbakar Sidodadi #puntung rokok picu kebakaran #kebakaran Wongsorejo #Damkarmat Banyuwangi #kebakaran Banyuwangi