Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikuti Google Maps, Truk Muatan Minyak Terperosok di Tepi Jembatan Licin Banyuwangi

Ramada Kusuma Atmaja • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:00 WIB
TERBALIK: Truk bernomor polisi AG-9556-KG terperosok ke bibir jembatan Desa Segobang, Kecamatan Licin, Rabu malam (3/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TERBALIK: Truk bernomor polisi AG-9556-KG terperosok ke bibir jembatan Desa Segobang, Kecamatan Licin, Rabu malam (3/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sebuah truk bermuatan minyak kemasan nyaris terjun ke jurang setelah gagal menaklukkan tanjakan di wilayah Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Rabu malam (4/6). Beruntung, kendaraan yang mundur tak terkendali itu tertahan pohon durian di tepi jalan sehingga tragedi yang berpotensi merenggut nyawa berhasil dihindari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.10 WIB tersebut melibatkan truk bernomor polisi AG-9556-KG yang dikemudikan MBM, 26, warga Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung. Meski kendaraan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk awalnya melakukan perjalanan dari wilayah Desa Pakel menuju Desa Kluncing dengan membawa muatan minyak kemasan.

Dalam perjalanan, pengemudi mengandalkan aplikasi navigasi digital Google Maps untuk mencari rute tercepat menuju lokasi tujuan. Sistem navigasi kemudian mengarahkan kendaraan melewati jalur Desa Banjar menuju Desa Segobang, Kecamatan Licin.

Namun, kondisi medan yang didominasi tanjakan dan jalan perbukitan ternyata menjadi tantangan berat bagi kendaraan bermuatan tersebut.

Gagal Menanjak di Jembatan Penghubung

Saat melintasi jalan menanjak yang berada di sekitar jembatan penghubung Desa Banjar dan Desa Segobang, truk mengalami kehilangan tenaga.

Kendaraan yang tidak mampu melanjutkan laju ke atas perlahan mundur tanpa bisa dikendalikan secara optimal.

Situasi menjadi menegangkan ketika truk terus bergerak mundur menuju sisi jembatan yang berada di kawasan perbukitan.

Dalam hitungan detik, kendaraan terperosok hingga ke bibir jembatan dan nyaris terjun ke jurang yang berada di bawahnya.

Beruntung, bagian belakang truk membentur pohon durian yang tumbuh di sekitar lokasi kejadian.

Benturan tersebut menjadi penyelamat yang menghentikan laju kendaraan sehingga tidak jatuh lebih jauh ke dasar jurang.

Jika pohon tersebut tidak berada di lokasi, dampak kecelakaan diperkirakan bisa jauh lebih fatal.

Sopir dan Kernet Selamat

Saat insiden terjadi, di dalam kendaraan terdapat pengemudi MBM bersama kernetnya, MAE, 34.

Keduanya sempat mengalami kepanikan ketika kendaraan mulai bergerak mundur di tanjakan. Namun setelah truk berhenti akibat tertahan pohon durian, mereka berhasil keluar dari kabin dengan selamat.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Pengemudi dan kernet hanya mengalami syok akibat situasi yang berlangsung sangat cepat dan nyaris berujung petaka.

Meski demikian, kendaraan mengalami sejumlah kerusakan akibat benturan saat terperosok di tepi jembatan.

Muatan Minyak Dievakuasi

Selain kerusakan pada kendaraan, proses evakuasi juga dilakukan terhadap muatan minyak kemasan yang dibawa truk.

Sebagian barang diturunkan terlebih dahulu guna mengurangi beban kendaraan dan memudahkan proses penarikan dari lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera berdatangan untuk membantu pengamanan sekaligus proses evakuasi.

Kondisi jalan yang gelap dan medan yang cukup curam membuat proses penanganan berlangsung dengan penuh kehati-hatian.

Polisi, TNI, dan Warga Gotong Royong

Petugas dari Polsek Licin bersama anggota Koramil setempat langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Mereka berkoordinasi dengan warga untuk melakukan evakuasi kendaraan yang terjebak di tepi jembatan.

Kebersamaan antara aparat dan masyarakat terlihat selama proses penanganan berlangsung.

Warga secara sukarela membantu mengamankan lokasi, mengatur lalu lintas, hingga mendukung proses pengeluaran kendaraan dari area berbahaya.

“Kebersamaan warga dan petugas menjadi pemandangan yang menghangatkan di tengah insiden yang nyaris berujung fatal tersebut,” ujar Dani, salah seorang warga setempat.

Pengemudi Diminta Waspadai Rute Navigasi Digital

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi angkutan barang untuk tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi digital tanpa mempertimbangkan kondisi medan yang akan dilalui.

Di sejumlah wilayah Banyuwangi, terutama kawasan perbukitan dan pegunungan seperti Kecamatan Licin, terdapat jalur alternatif yang memiliki tanjakan ekstrem dan tidak selalu ideal untuk kendaraan berat.

Karena itu, pengemudi disarankan untuk mencari informasi tambahan mengenai kondisi jalan sebelum mengikuti rute yang direkomendasikan aplikasi navigasi.

Meski berakhir tanpa korban, kecelakaan tunggal di Desa Segobang ini menjadi pelajaran penting bahwa kombinasi antara medan berat, kendaraan bermuatan, dan minimnya pengetahuan rute dapat berujung pada situasi yang sangat berbahaya. (ram/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#truk nyaris masuk jurang #Desa Segobang Licin #Google Maps Banyuwangi #kecelakaan tunggal truk #kecelakaan truk Banyuwangi