Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wanita Berkerudung Hitam Gondol Rp 19 Juta dari Agen Perbankan di Glenmore Banyuwangi, Begini Modusnya

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:13 WIB
TKP: Jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore saat meminta keterangan korban penipuan di gerai Brilink Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Rabu (3/6). (Budi for Radar Banyuwangi)
TKP: Jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore saat meminta keterangan korban penipuan di gerai Brilink Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Rabu (3/6). (Budi for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Modus penipuan digital semakin canggih dan menyasar pelaku usaha layanan keuangan di tingkat desa. Kali ini, seorang penjaga kios agen layanan perbankan di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, harus menanggung kerugian Rp 19 juta setelah diperdaya seorang wanita misterius yang memanfaatkan celah kepercayaan dan teknologi.

Hanya dalam hitungan menit, pelaku berhasil mengelabui korban melalui kombinasi modus pinjam telepon seluler, manipulasi bukti transfer, hingga dugaan peretasan WhatsApp. Uang tunai puluhan juta rupiah pun berpindah tangan tanpa disadari korban.

Korban diketahui bernama Dewi, 25, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Saat kejadian, Senin (1/6) sekitar pukul 13.45, ia sedang menjaga kios agen layanan perbankan milik tempatnya bekerja.

Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang perempuan tak dikenal datang ke kios dan mengaku hendak melakukan transaksi tarik tunai dalam jumlah besar.

Wanita tersebut tampil meyakinkan. Ia mengenakan pakaian serba hitam, mulai dari baju lengan pendek, celana, hingga kerudung.

“Pelaku mengaku akan melakukan transfer terlebih dahulu melalui Bank Jatim. Namun dia meminta rekening tujuan selain Bank BRI dengan alasan proses transfer bisa memakan waktu hingga 24 jam,” ujar AKP Budi, Rabu (3/6).

Bermula dari Permintaan Nomor Rekening

Karena ingin memberikan pelayanan kepada pelanggan, Dewi kemudian menghubungi pemilik usaha, Erna, untuk meminta rekening alternatif.

Erna lalu memberikan nomor rekening Bank BNI yang dapat digunakan sebagai rekening penampung dana transfer.

Tanpa menaruh curiga sedikit pun, Dewi membacakan nomor rekening tersebut kepada pelaku.

“Nomor rekening tujuan itu kemudian dicatat oleh pelaku menggunakan telepon selulernya,” kata Budi.

Situasi mulai berubah ketika pelaku mengaku mengalami kendala pada ponselnya.

Wanita tersebut berdalih perangkat miliknya mengalami error dan meminta izin meminjam telepon genggam milik Dewi untuk menghubungi suaminya.

Hanya Lima Menit, WhatsApp Diduga Diretas

Karena merasa tidak ada yang mencurigakan, Dewi menyerahkan telepon genggamnya kepada pelaku.

Selama kurang lebih lima menit, ponsel korban berada di tangan wanita tersebut.

Tanpa diketahui korban, di saat itulah pelaku diduga melakukan sejumlah aksi digital untuk menjalankan skenario penipuan.

“Selama sekitar lima menit ponsel korban berada di tangan pelaku. Diduga pelaku melakukan manipulasi bukti transfer sekaligus peretasan WhatsApp korban,” jelas Kapolsek.

Setelah mengembalikan telepon genggam, pelaku kemudian menunjukkan foto bukti transfer senilai Rp 19 juta yang disebut telah dikirim ke rekening BNI milik agen perbankan tersebut.

Untuk memastikan transaksi benar-benar masuk, Dewi kemudian menghubungi Nurul, salah satu pegawai lain yang bekerja bersama pemilik usaha.

Terjebak Konfirmasi Palsu

Di sinilah pelaku diduga menjalankan tahap akhir aksinya.

Ketika Dewi mengirim pesan WhatsApp untuk menanyakan apakah dana sudah masuk ke rekening, korban menerima balasan yang menyatakan uang sebesar Rp 19 juta telah diterima.

“Korban mendapat jawaban bahwa dana sudah masuk sebesar Rp 19 juta,” ungkap Budi.

Karena merasa seluruh proses transaksi telah sesuai prosedur, Dewi akhirnya menyerahkan uang tunai Rp 19 juta kepada pelaku.

Tak lama setelah menerima uang, wanita tersebut langsung meninggalkan lokasi.

“Setelah menerima uang, pelaku segera pergi dari kios,” ujarnya.

Terungkap Setelah Pemilik Menghubungi Korban

Kebohongan tersebut baru terbongkar sekitar 20 menit kemudian.

Sekitar pukul 14.05, pemilik usaha menghubungi Dewi dan menyampaikan bahwa dana transfer yang ditunggu sebenarnya belum masuk ke rekening.

Saat itulah korban mulai menyadari ada yang tidak beres.

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa nomor WhatsApp yang memberikan konfirmasi dana masuk ternyata bukan nomor asli milik rekan kerjanya.

Pelaku diduga telah melakukan manipulasi identitas dengan menggunakan nomor lain yang dipasangi foto profil serupa untuk meyakinkan korban.

“Korban baru sadar tertipu setelah pemilik gerai mengonfirmasi uang belum masuk. Rupanya nomor yang mengirim pesan bahwa transfer sudah masuk bukan nomor WhatsApp yang sebenarnya,” terang Kapolsek.

Polisi Dalami Jejak Pelaku

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total Rp 19 juta.

Kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Glenmore dan kini tengah dalam proses penyelidikan.

Polisi berupaya melacak identitas pelaku sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan penipuan yang menggunakan modus serupa di wilayah lain.

AKP Budi mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha layanan perbankan, agen pembayaran, maupun pemilik kios transaksi digital agar meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, pelaku kejahatan saat ini tidak hanya memanfaatkan kelengahan korban secara langsung, tetapi juga menggunakan teknologi untuk melakukan manipulasi komunikasi dan identitas.

“Kami mengimbau seluruh agen perbankan dan masyarakat agar tidak mudah meminjamkan telepon seluler kepada orang yang tidak dikenal dengan alasan apa pun. Selalu lakukan verifikasi langsung terhadap transaksi yang bernilai besar,” tegasnya.

Kasus di Tulungrejo ini menjadi peringatan bahwa kejahatan digital kini dapat terjadi hanya dalam hitungan menit. Satu kali lengah membuka akses ponsel kepada orang asing, kerugian puluhan juta rupiah bisa terjadi seketika. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#penipuan agen perbankan #modus pinjam HP #WhatsApp diretas #penipuan transfer palsu #Glenmore Banyuwangi