Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lupa Mematikan Obat Nyamuk, Rumah Warga Alasrejo Wongsorejo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

Ali Sodiqin • Selasa, 2 Juni 2026 | 22:39 WIB
TINGGAL ARANG: Anggota Polsek Wongsorejo mendatangi rumah warga Alasrejo yang terbakar pada Selasa (2/6) pukul 11.30. (Dok. Polsek Wongsorejo)
TINGGAL ARANG: Anggota Polsek Wongsorejo mendatangi rumah warga Alasrejo yang terbakar pada Selasa (2/6) pukul 11.30. (Dok. Polsek Wongsorejo)

RADARBANYUWANGI.ID – Kelalaian kecil berujung petaka. Sebuah rumah milik warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ludes dilalap api pada Selasa siang (2/6). Kebakaran diduga dipicu sisa obat nyamuk bakar yang tidak benar-benar padam dan kemudian memicu kobaran api hingga menghanguskan sebagian besar bangunan rumah.

Rumah semi permanen milik Sahiya, 60, itu terbakar sekitar pukul 11.30 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan menjelaskan, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa sumber api berasal dari obat nyamuk bakar yang sebelumnya mengenai kasur di dalam rumah korban.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari sisa obat nyamuk bakar yang sebelumnya mengenai kasur di dalam rumah korban,” ujarnya.

Bermula dari Kasur yang Terbakar

Menurut Eko, saat kasur mulai terbakar, cucu korban sebenarnya sempat berupaya mencegah api membesar dengan memindahkan kasur tersebut ke bagian belakang rumah.

Namun, upaya tersebut ternyata belum mampu menghentikan potensi kebakaran sepenuhnya.

Bara api yang masih tersisa diduga belum benar-benar padam. Kondisi cuaca yang cukup berangin membuat bara kembali menyala dan memicu kobaran api baru di area belakang rumah.

Api kemudian menyambar tumpukan daun kering yang berada di sekitar lokasi.

Dari situlah kobaran api berkembang semakin besar dan sulit dikendalikan.

“Ketika kasur dipindahkan ke belakang rumah, diduga masih ada bara yang menyala. Karena tertiup angin, api kembali membesar dan membakar daun-daun kering di sekitar lokasi,” jelasnya.

Api Cepat Membesar karena Material Rumah Mudah Terbakar

Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.

Beberapa bagian bangunan diketahui menggunakan konstruksi kayu, bambu, serta triplek yang mempercepat penyebaran kobaran api.

Dalam waktu singkat, si jago merah menguasai sebagian besar bangunan.

“Asap dan api terlihat membesar dalam waktu yang relatif cepat karena material bangunan cukup mudah terbakar,” kata Eko.

Warga yang melihat kepulan asap hitam segera berdatangan ke lokasi.

Mereka berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, selang air, serta peralatan seadanya.

Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman mandiri sulit dilakukan.

Tiga Unit Damkar Diterjunkan

Laporan kebakaran segera diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

Tak lama kemudian, petugas pemadam datang ke lokasi dengan membawa tiga unit mobil pemadam kebakaran.

Petugas bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman dan lokalisasi agar api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena api terlanjur membesar ketika petugas tiba di lokasi.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 WIB.

Beruntung, tidak ada rumah warga lain yang ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Polisi Lakukan Olah TKP

Usai api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada faktor lain yang menjadi penyebab munculnya api.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta,” tegas Eko.

Warga Diminta Waspada terhadap Sumber Api di Rumah

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Alasrejo kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai potensi sumber api di lingkungan rumah.

Benda-benda sederhana seperti obat nyamuk bakar, kompor, instalasi listrik, hingga pembakaran sampah kerap menjadi pemicu kebakaran apabila tidak diawasi dengan baik.

Terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang, bara api berukuran kecil sekalipun dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran besar.

Petugas mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau beraktivitas di luar ruangan.

Sebab, kelalaian yang tampak sepele dapat berujung pada kerugian besar, seperti yang dialami keluarga Sahiya di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Selasa siang (2/6). (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Rumah terbakar Wongsorejo #Desa Alasrejo #Obat nyamuk bakar #Damkarmat Banyuwangi #kebakaran Banyuwangi