Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah, Ratusan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:27 WIB
Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat. (JawaPos.com)
Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Musibah yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan sekitar 250 rumah semi permanen dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 20.55 WIB dari salah satu rumah warga di RT 14 RW 04. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bangunan lain yang sebagian besar berbahan kayu.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, menjelaskan bahwa upaya pemadaman awal sempat dilakukan oleh relawan kebakaran setempat menggunakan alat pemadam api ringan. Namun, api terlanjur membesar setelah menyambar material yang mudah terbakar.

Kondisi permukiman yang padat serta dominasi bangunan semi permanen membuat api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Tiupan angin yang cukup kencang turut memperparah situasi sehingga kebakaran meluas dalam waktu singkat.

Data sementara menunjukkan kebakaran berdampak pada dua wilayah rukun warga, yakni RT 12 hingga RT 16 di RW 04 serta RT 01 hingga RT 03 di RW 05. Sedikitnya 330 kepala keluarga dengan total sekitar 620 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Untuk mengendalikan kebakaran, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan hingga 175 personel gabungan. Bantuan armada juga didatangkan dari wilayah Jakarta Utara guna mempercepat proses penanganan.

Petugas mulai melakukan operasi pemadaman sekitar pukul 21.05 WIB. Api berhasil dilokalisasi menjelang tengah malam, namun proses pendinginan masih berlangsung hingga dini hari. Operasi penanggulangan kebakaran baru dinyatakan selesai sekitar pukul 04.15 WIB setelah lebih dari tujuh jam penanganan intensif.

Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari akses jalan yang sempit, banyaknya warga yang berupaya menyelamatkan barang berharga, hingga kerumunan masyarakat yang memadati area sekitar lokasi kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap tebal. Tim kesehatan yang bersiaga di lokasi memberikan penanganan kepada beberapa warga yang mengalami sesak napas. Sebagian korban bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Di tengah situasi darurat tersebut, aparat gabungan dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan Brimob diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga serta pengamanan lokasi. Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasi penyelamatan dan pengaturan lalu lintas di sekitar area kebakaran.

Pemerintah juga bergerak cepat menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat mendistribusikan 1.000 paket makanan siap saji dan menyiapkan bantuan logistik lanjutan bersama sejumlah lembaga kemanusiaan.

Sementara itu, tenda pengungsian didirikan di kawasan Kebon Kosong dan Lapangan Jusuf Hamka di Jalan Benyamin Suaeb disiapkan sebagai titik penampungan sementara. Lokasi tersebut menjadi pusat pendataan korban sekaligus distribusi bantuan darurat.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan pemerintah saat ini fokus pada penanganan kebutuhan mendesak warga terdampak. Pendataan juga dilakukan secara rinci, termasuk terhadap anak-anak usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim identifikasi kepolisian bersama petugas terkait masih melakukan pemeriksaan di lokasi guna memastikan sumber api dan menghitung total kerugian materiil akibat musibah tersebut.

Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak akan terus mendapatkan pendampingan selama masa penanganan darurat. Setelah proses kedaruratan selesai, langkah lanjutan terkait penataan kawasan dan kemungkinan relokasi ke hunian yang lebih aman akan menjadi bagian dari pembahasan bersama warga dan pemangku kepentingan terkait.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kebakaran Kemayoran #Pengungsi Kebakaran Jakarta #Gulkarmat DKI Jakarta #Kebon Kosong Jakarta Pusat #Korsleting Listrik