Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragis, Warga Ketapang Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Jalur Rel Lingkar Bulusan Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:33 WIB
Sulistiyono, warga Desa Ketapang meninggal dunia setelah tertabrak KA Sri Tanjung yang melintas di atas terowongan Lingkar Bulusan. (Polsek Kalipuro)
Sulistiyono, warga Desa Ketapang meninggal dunia setelah tertabrak KA Sri Tanjung yang melintas di atas terowongan Lingkar Bulusan. (Polsek Kalipuro)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana pagi di kawasan rel kereta api Lingkar Bulusan, Kecamatan Kalipuro, mendadak berubah mencekam setelah seorang warga dilaporkan tewas tertabrak kereta api yang melintas, Senin pagi (1/6). Korban diketahui bernama Sulistiyono, 55, warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Pria tersebut meninggal dunia setelah tertabrak rangkaian KA Sri Tanjung yang melaju di jalur antara Stasiun Ketapang dan Stasiun Argopuro. Meski masinis telah berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan suling atau klakson lokomotif berulang kali, kecelakaan maut itu tidak dapat dihindari.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.18 WIB di KM 17+394 petak jalan rel wilayah Kalipuro.

Berdasarkan informasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, saat kejadian korban diketahui berada di area jalur rel ketika KA Sri Tanjung melintas dari arah utara menuju selatan.

Masinis yang melihat keberadaan korban di lintasan segera memberikan tanda peringatan darurat dengan membunyikan suling lokomotif secara berulang.

Namun karena jarak kereta dengan korban sudah terlalu dekat, upaya penghentian laju kereta tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu singkat.

Benturan keras pun terjadi.

Korban dilaporkan terpental dari titik awal kejadian dan mengalami luka berat yang mengakibatkan meninggal dunia di lokasi.

Petugas dan Warga Langsung Berdatangan

Sesaat setelah insiden terjadi, petugas stasiun terdekat bersama personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mengetahui adanya kecelakaan juga berdatangan untuk membantu proses penanganan awal.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban sebelum memastikan bahwa korban telah meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

“Benar, korban meninggal dunia,” ujar Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman.

Polisi selanjutnya melakukan pengamanan lokasi kejadian guna memudahkan proses identifikasi dan evakuasi.

Alami Luka Berat di Sejumlah Bagian Tubuh

Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.

Menurut Cahyo, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh akibat benturan dengan rangkaian kereta.

Petugas gabungan dari KAI dan kepolisian kemudian melakukan proses evakuasi untuk membawa korban dari lokasi kejadian.

“Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan korban dan proses evakuasi di lokasi,” ujarnya.

Meski terjadi insiden di jalur rel, perjalanan KA Sri Tanjung dilaporkan tetap dapat dilanjutkan setelah petugas memastikan kondisi lintasan aman dan tidak terdapat gangguan operasional.

Jalur Rel Bukan Area Aktivitas Masyarakat

PT KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api karena memiliki risiko yang sangat tinggi.

Selain merupakan kawasan terbatas yang diperuntukkan bagi operasional kereta, jalur rel juga bukan tempat yang aman untuk berjalan kaki, beristirahat, maupun melakukan aktivitas lainnya.

Kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang sehingga masinis tidak dapat menghentikan laju kereta secara mendadak ketika menemukan hambatan di lintasan.

Kondisi tersebut membuat kecelakaan di jalur rel sering kali berujung fatal.

Warga Diminta Lebih Waspada

Peristiwa yang menewaskan Sulistiyono menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan saat berada di sekitar jalur perkeretaapian.

Apalagi kawasan rel di wilayah Kalipuro dan Ketapang masih cukup dekat dengan permukiman warga sehingga aktivitas masyarakat di sekitar lintasan relatif tinggi.

Petugas berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan perkeretaapian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hingga Senin siang, penanganan kasus tersebut masih dilakukan aparat kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan melengkapi administrasi penanganan korban. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Kecelakaan kereta api Banyuwangi #Jalur rel Ketapang #Warga tertabrak kereta #Lingkar Bulusan Banyuwangi #KA Sri Tanjung