RADARBANYUWANGI.ID – Jalur ekstrem Gunung Gumitir di wilayah Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, kembali memakan korban kecelakaan. Sebuah minibus Suzuki Ertiga bernomor polisi B 1750 NRJ ringsek parah setelah terlibat tabrakan dengan armada bus di tikungan tajam kawasan Mbah Saleh, Jumat dini hari (29/5).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu diduga dipicu kabut tebal yang menyelimuti jalur penghubung Banyuwangi–Jember tersebut. Akibat benturan keras, bagian depan mobil Ertiga hancur hingga as roda depan patah dan kendaraan lumpuh di tengah jalan.
Insiden tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama. Polisi bahkan memberlakukan sistem buka-tutup jalur untuk mencegah kemacetan panjang di kawasan rawan kecelakaan tersebut.
Kapolsek Kalibaru melalui Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto membenarkan adanya kecelakaan antara mobil pribadi dan bus di Jalur Gumitir.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi kejadian. Namun saat kami datang, kedua pihak sudah sepakat damai dan tidak ingin melanjutkan perkara ke proses hukum,” ujar Aries.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula saat Suzuki Ertiga melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember. Saat melintasi tikungan tajam sebelum Warung Mbah Saleh, kendaraan diduga kehilangan orientasi akibat kabut tebal yang menutup jarak pandang pengemudi.
Di saat bersamaan, sebuah bus melaju dari arah berlawanan, yakni dari Jember menuju Banyuwangi. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan keras pun tidak dapat dihindari.
“Kondisi di lokasi saat kejadian memang berkabut cukup tebal. Diduga pengemudi Ertiga terlalu mengambil jalur kanan hingga melewati marka jalan,” terang Aries.
Meski kondisi kendaraan rusak berat, sopir Suzuki Ertiga dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius. Polisi juga tidak sempat meminta keterangan lebih lanjut dari korban lantaran persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.
“Pemilik kendaraan dan pihak bus sudah sepakat damai. Sopir juga mengaku telah menerima ganti rugi,” katanya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi fokus melakukan pengamanan arus lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung. Sebab, posisi mobil yang melintang di badan jalan cukup membahayakan pengguna jalan lain, terutama di jalur menurun dan berkelok.
Evakuasi kendaraan berlangsung cukup sulit karena bagian as roda depan patah total. Polisi harus menunggu kedatangan truk towing untuk mengangkut kendaraan keluar dari lokasi kejadian.
“Sampai towing datang, anggota tetap berjaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Proses evakuasi cukup lama karena kerusakan kendaraan lumayan parah,” jelasnya.
Selama proses evakuasi berlangsung, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur di tikungan Mbah Saleh. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan lain sekaligus mencegah antrean kendaraan mengular di Jalur Gumitir.
“Arus lalu lintas sempat kami berlakukan sistem buka-tutup untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan lain selama proses evakuasi,” imbuh Aries.
Setelah kendaraan berhasil dipindahkan, arus lalu lintas di Jalur Gumitir kembali normal. Polisi memastikan situasi di kawasan tersebut kini aman dan kondusif.
“Selanjutnya situasi di Jalur Gumitir sudah kembali aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.
Jalur Gumitir sendiri dikenal sebagai salah satu ruas jalan paling rawan kecelakaan di Banyuwangi. Kontur jalan yang menanjak, berliku tajam, minim penerangan, serta kerap diselimuti kabut tebal saat dini hari maupun musim hujan membuat pengendara dituntut ekstra hati-hati ketika melintas di kawasan tersebut.
Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengurangi kecepatan dan tidak memaksakan mendahului kendaraan lain saat melintasi Jalur Gumitir, terutama ketika kondisi cuaca buruk dan jarak pandang terbatas. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin