Detik-Detik Mencekam Gempa di Siliragung Banyuwangi, Warga Evakuasi Korban dari Rumah Ambruk
RADARBANYUWANGI.ID – Gempa bumi yang mengguncang kawasan Tenggara Jember pada Selasa sore (26/5) memicu kepanikan warga di Banyuwangi. Di Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, sebuah rumah dilaporkan roboh saat masih dihuni satu keluarga. Tiga orang penghuni rumah terluka setelah tertimbun reruntuhan bangunan.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, sesaat setelah guncangan gempa terasa kuat di wilayah ujung timur Pulau Jawa. Rumah milik warga di Desa Buluagung mendadak ambruk hingga membuat para penghuni terjebak di dalam bangunan.
Tiga korban yang mengalami luka-luka masing-masing Budi, 66; Wintyasning, 57; dan Meri Angelina, 16. Ketiganya mengalami luka lecet pada bagian kepala dan tangan akibat tertimpa reruntuhan atap rumah.
Kapolsek Siliragung AKP Heru Slamet mengatakan seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan penanganan medis.
“Ketiga korban sudah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan kondisinya mulai membaik,” kata Heru, kemarin (28/5).
Suasana di lokasi kejadian sempat berlangsung mencekam. Sesaat setelah gempa mereda dan debu reruntuhan mulai turun, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu proses penyelamatan.
Menyadari ada penghuni rumah yang tertimbun, warga bersama petugas gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi darurat menggunakan alat seadanya.
“Warga langsung gotong royong sesaat setelah lindu berhenti. Mereka membantu penghuni rumah yang tertimpa reruntuhan,” ujar Heru.
Dengan peralatan sederhana, warga membongkar puing-puing bangunan sambil mencari posisi korban yang terdengar merintih kesakitan dari balik reruntuhan rumah.
Beruntung, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
“Para korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif,” tambahnya.
Menurut Heru, pihak kepolisian bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) langsung menuju lokasi begitu menerima laporan rumah roboh akibat gempa tersebut.
Selain memastikan kondisi korban, petugas juga melakukan pendataan kerusakan dan membantu proses penanganan darurat di lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 5 juta akibat kerusakan bangunan rumah dan barang-barang di dalamnya.
“Kami dari Forpimka mengupayakan agar korban segera mendapatkan bantuan,” tandas Kapolsek.
Peristiwa rumah roboh akibat gempa tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah Banyuwangi dan sekitarnya masih memiliki potensi terdampak aktivitas gempa bumi, terutama karena lokasinya yang berada di kawasan selatan Jawa yang rawan aktivitas tektonik.
Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan segera mencari tempat aman apabila merasakan getaran gempa yang cukup kuat. Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kondisi bangunan rumah tetap aman untuk mengurangi risiko saat terjadi bencana.
Aksi cepat warga yang bergotong royong mengevakuasi korban pun mendapat apresiasi karena berhasil menyelamatkan satu keluarga dari reruntuhan rumah hanya beberapa saat setelah gempa terjadi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin