Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Elektronik di Banyuwangi, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah toko elektronik di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Kamis (28/5) dini hari. Kobaran api menghanguskan bangunan toko beserta berbagai barang elektronik di dalamnya hingga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 800 juta.
Peristiwa kebakaran itu diduga dipicu korsleting listrik saat kondisi toko dalam keadaan tutup. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sebagian besar isi toko ludes terbakar.
Toko elektronik yang terbakar diketahui milik Makmun Hadi, 59, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo. Saat kejadian, toko sudah tutup sejak perayaan Idul Adha pada Rabu (27/5).
Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar bernama Solikin sekitar pukul 05.00. Saat melintas di depan toko, saksi melihat asap tebal mengepul dari dalam bangunan.
“Saksi segera menghubungi pemilik toko yang kemudian melapor ke Polsek Tegaldlimo. Setelah menerima laporan, kami langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat),” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tim Damkarmat Sektor Bangorejo dan Srono langsung menuju lokasi kejadian. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), api diketahui sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian toko.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga sekitar kemudian berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Ada dua unit pemadam yang datang ke lokasi. Dengan bantuan masyarakat sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan. Warga juga membantu membersihkan puing-puing bekas kebakaran hingga sekitar pukul 09.30,” terang AKP Sadimun.
Toko tersebut diketahui menyimpan berbagai barang elektronik seperti televisi, AC, sound system, hingga berbagai suku cadang elektronik yang sebagian besar berbahan mudah terbakar. Kondisi itu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 800 juta.
“Saat kejadian toko sedang tutup dan pemilik tidak tinggal di lokasi. Toko itu memang tutup sejak perayaan Idul Adha,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik yang menimbulkan percikan api. Percikan tersebut kemudian menyambar barang elektronik di dalam toko sehingga api cepat membesar.
Kapolsek Tegaldlimo mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama saat rumah atau tempat usaha ditinggalkan dalam kondisi tutup.
“Untuk mengantisipasi kejadian serupa, masyarakat diharapkan lebih teliti terhadap sambungan listrik di rumah maupun tempat usaha. Barang-barang elektronik sebaiknya dimatikan dan sambungan listrik yang sudah aus segera diganti,” imbau Sadimun.
Sementara itu, petugas Damkarmat Sektor Bangorejo, Sugiono, mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sebelum api benar-benar padam.
“Diduga api berasal dari korsleting listrik yang memunculkan percikan api. Percikan itu kemudian mengenai alat elektronik berbahan plastik sehingga api cepat membesar,” katanya.
Peristiwa kebakaran tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin