Berjalan Dekat Rel Seperti Linglung, Warga Blitar Tewas Tersambar Kereta Api Penataran di Surabaya

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 14:25 WIB
Pejalan kaki asal Blitar tewas tertabrak KA Penataran di perlintasan Jalan Ahmad Yani Wonocolo Surabaya. (Radar Surabaya)
Pejalan kaki asal Blitar tewas tertabrak KA Penataran di perlintasan Jalan Ahmad Yani Wonocolo Surabaya. (Radar Surabaya)

RADARBANYUWANGI.ID - Seorang pejalan kaki tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Penataran relasi Surabaya-Blitar di perlintasan Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 04.40 WIB. Korban diketahui bernama Slamet Daroini, 48, warga Dusun Wonorejo, Slemanan, Kecamatan Udanawu, Blitar.

Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menjelaskan, peristiwa bermula saat korban berjalan di sisi barat rel kereta api di kawasan Jalan Ahmad Yani. Saat itu korban disebut berjalan seperti linglung dan berada sangat dekat dengan jalur rel.

Tidak lama kemudian, KA Penataran relasi Surabaya-Blitar melintas dari arah utara menuju selatan. Masinis sempat membunyikan klakson berkali-kali sebagai peringatan. Namun, korban diduga tidak mendengar sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

“Korban tidak mendengar atau bagaimana, sehingga terjadi kecelakaan. Korban terjatuh dengan luka di kepala, tangan kanan patah, dan kaki kiri patah. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Haryoko, Kamis (28/5/2026), dikutip Radar Surabaya.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Wonocolo langsung menuju lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Surabaya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Wonocolo Ipda Abdul Rohim menambahkan, petugas menemukan tas milik korban di sekitar lokasi kejadian. Di dalam tas tersebut terdapat gunting dan sejumlah uang receh yang berceceran di sekitar rel.

“Korban saat kejadian berada di tepi rel kereta api. Kemungkinan saat diklakson kereta tidak mendengar, tetapi kami masih mendalami penyebab pastinya,” katanya.

Polisi juga belum dapat memastikan adanya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Dugaan bunuh diri masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada indikasi bunuh diri atau tidak. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” tandas Rohim.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : radar surabaya
KA Penataran Kecelakaan kereta api Surabaya Wonocolo Surabaya Pejalan kaki tertabrak kereta Berita Kecelakaan Hari Ini