Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gotong Royong Bersihkan Sungai di Pesanggaran Banyuwangi Berujung Maut, Warga Tewas Terjepit Beton Jembatan

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 28 Mei 2026 | 03:30 WIB
Warga mengerubungi tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar aliran sungai Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Selasa siang (26/5). (Maskur for Radar Banyuwangi)
Warga mengerubungi tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar aliran sungai Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Selasa siang (26/5). (Maskur for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aksi gotong royong membersihkan sampah sungai menjelang Hari Raya Iduladha di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang warga lanjut usia tewas setelah terseret arus sungai dan terjepit di bawah konstruksi beton jembatan saat kerja bakti berlangsung, Selasa siang (26/5).

Korban diketahui bernama Suwadi, 65, warga Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan. Ia meninggal dunia setelah tubuhnya terjebak di bawah cor beton jembatan depan Masjid Al Falah, Dusun Sumberjambe. Sementara satu korban lain bernama Jatim, 65, berhasil diselamatkan meski sempat hanyut bersama korban.

Peristiwa tragis tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Tangis histeris pecah di lokasi kejadian saat warga berjibaku melakukan proses evakuasi di tengah derasnya arus sungai.

Bermula dari Kerja Bakti Bersihkan Sampah Sungai

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu Suwadi dan Jatim bersama lima warga lainnya melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan karena volume sampah di sungai meningkat menjelang Hari Raya Iduladha akibat terbawa arus air.

Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur mengatakan warga awalnya berupaya membersihkan material sampah yang menumpuk agar aliran sungai kembali lancar.

“Awalnya warga gotong royong membersihkan sampah di sana. Kebetulan menjelang hari raya di sungai banyak sampahnya,” ujarnya.

Karena arus sungai cukup deras, warga kemudian menggunakan sebatang bambu panjang untuk menahan tumpukan sampah agar tidak terus terbawa arus.

Namun derasnya debit air membuat volume sampah semakin berat hingga bambu penahan mendadak patah.

“Batang bambu yang digunakan sebagai penahan mendadak patah karena tidak kuat menahan beban,” tutur Maskur.

Korban Terseret Arus dan Terjepit Beton Jembatan

Patahnya bambu membuat Suwadi dan Jatim kehilangan keseimbangan. Keduanya langsung terjatuh ke sungai dan terseret arus deras.

Nahas, tubuh kedua korban hanyut hingga tersangkut di bawah konstruksi jembatan yang baru selesai dicor.

Situasi di lokasi langsung berubah panik. Warga yang melihat kejadian tersebut berteriak histeris sambil berusaha memberikan pertolongan.

“Warga yang berada di lokasi langsung histeris dan berusaha memberikan pertolongan,” katanya.

Namun proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Derasnya arus sungai ditambah posisi tubuh korban yang terjepit di bawah beton membuat evakuasi berlangsung sangat sulit.

Warga akhirnya nekat membongkar sebagian konstruksi beton jembatan menggunakan alat seadanya demi menyelamatkan korban.

Evakuasi Dramatis Hampir Tiga Jam

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir tiga jam. Warga bersama petugas terus berupaya membebaskan kedua korban dari himpitan beton jembatan.

Jatim berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat karena posisi kepalanya masih berada di atas permukaan air sehingga masih bisa bernapas.

Sementara Suwadi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terlalu lama terjebak di bawah beton tanpa suplai oksigen.

“Proses evakuasi memakan waktu hingga hampir tiga jam,” jelas Maskur.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Pesanggaran menyatakan korban meninggal akibat asfiksia atau kehabisan oksigen.

“Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Pesanggaran menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen,” ungkapnya.

Polisi Pastikan Murni Kecelakaan Saat Kerja Bakti

Polisi memastikan insiden tersebut murni kecelakaan saat warga melakukan kerja bakti membersihkan sungai yang tersumbat sampah.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka gores ringan akibat benturan batu sungai.

“Anggota sudah turun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan. Dari keterangan saksi-saksi di lapangan, kejadian ini murni kecelakaan saat warga sedang membersihkan jembatan yang tersumbat sampah,” terang Kompol Maskur.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah korban kemudian langsung dibawa pulang untuk dimakamkan oleh keluarga.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan membuat surat pernyataan resmi menolak autopsi. Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah aman dan kondusif,” pungkasnya. (sas)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesanggaran Banyuwangi #warga hanyut sungai #kecelakaan kerja bakti #Sungai Kandangan #Suwadi Banyuwangi