Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sapi Kurban Rp24 Juta Mengamuk lalu Terjun ke Sumur 12 Meter di Klaten, Dievakuasi 5,5 Jam tapi Tak Tertolong

Ali Sodiqin • Rabu, 27 Mei 2026 | 18:17 WIB
Proses evakuasi terhadap sapi yang masuk ke sumur di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (26/5/2026). (Dokumentasi Damkar Klaten)
Proses evakuasi terhadap sapi yang masuk ke sumur di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten, Selasa (26/5/2026). (Dokumentasi Damkar Klaten)

RADARBANYUWANGI.ID – Momen menjelang Idul Adha di Dusun Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten berubah menjadi peristiwa menegangkan. Seekor sapi kurban yang hendak dikirim ke Solo Baru mendadak lepas kendali, mengamuk hingga berlari ke permukiman warga sebelum akhirnya melompat ke sumur sedalam 12 meter.

Peristiwa dramatis yang terjadi Selasa (26/5/2026) itu mengundang perhatian warga sekitar. Proses penyelamatan berlangsung berjam-jam dan melibatkan tim gabungan penyelamat. Namun setelah perjuangan panjang, sapi peranakan ongole (PO) tersebut akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

Insiden bermula sekitar pukul 15.30 WIB saat pemilik sapi, Tunggono, bersiap mengirim dua ekor sapi kurban menuju kawasan Solo Baru, Sukoharjo.

Proses pemindahan sapi pertama berlangsung tanpa kendala. Situasi berubah saat sapi kedua dikeluarkan dari kandang untuk dinaikkan ke atas truk.

Menurut Tunggono, sapi berbobot sekitar 300 kilogram tersebut memang memiliki karakter sangat aktif dan sulit dikendalikan.

"Memang sapinya giras. Kalau galak sebetulnya tidak, tapi giras. Waktu baru keluar kandang berjalan sekitar 10 meter mau dinaikkan ke mobil, dia meronta lalu lepas dan lari," ujarnya.

Lepas dari ikatan, sapi bernilai sekitar Rp24 juta itu langsung berlari ke arah permukiman warga.

Warga sempat panik ketika hewan tersebut menerobos masuk ke area rumah penduduk.

Tak hanya masuk halaman rumah, sapi bahkan sempat berlari hingga masuk ke area kamar mandi salah satu rumah warga.

Tunggono bersama sejumlah warga berupaya mengejar sekaligus menahan tali agar sapi tidak semakin jauh berlari.

Namun tenaga sapi yang besar membuat upaya tersebut gagal.

"Sapinya melompat ke dalam sumur. Saya coba tahan sekuat tenaga di bibir sumur tapi tidak kuat, akhirnya ikut terlepas," kenangnya.

Saat berupaya menahan laju hewan tersebut, Tunggono mengalami luka akibat terkena tendangan kaki belakang sapi.

Ia mengalami memar pada paha kanan serta luka lecet di bagian tangan kanan dan dagu.

Evakuasi Dramatis Berlangsung 5,5 Jam

Mendapat laporan warga, tim Animal Rescue Satpol PP dan Damkar Klaten langsung menuju lokasi.

Evakuasi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung hingga malam hari.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan medan evakuasi menjadi tantangan utama.

Kedalaman sumur mencapai sekitar 12 meter dengan diameter bibir sumur hanya sekitar 150 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak petugas sangat terbatas.

Petugas awalnya mencoba metode menaikkan permukaan air agar sapi dapat mengapung lebih dekat ke permukaan.

Namun metode tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

"Kami sempat mencoba metode pengisian air ke dalam sumur dengan harapan sapi bisa terangkat ke permukaan. Namun kendalanya, sumur ternyata sangat cepat menyerap air," jelas Sumino.

Petugas bahkan mengerahkan dua tangki air dengan total kapasitas sekitar 10 ribu liter.

Namun volume air di dalam sumur tidak mengalami kenaikan signifikan.

Setelah metode tersebut dinilai tidak efektif, tim penyelamat beralih menggunakan sistem penarikan manual memakai tali.

Proses dilakukan perlahan dengan tingkat kehati-hatian tinggi agar sapi tidak mengalami cedera tambahan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, sapi akhirnya berhasil diangkat ke permukaan setelah lebih dari lima jam proses evakuasi berlangsung.

Namun kabar buruk muncul sesaat setelah sapi berhasil dikeluarkan.

Menurut Sumino, kondisi ruang sempit di dasar sumur membuat pasokan oksigen sangat terbatas.

Akibatnya, hewan tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan selama berada di dalam sumur.

"Saat berhasil dinaikkan, sapi sudah dalam keadaan mati. Tubuh sapi mengalami sedikit luka gores akibat gesekan dengan tembok sumur saat proses penarikan," katanya.

Usai dievakuasi, bangkai sapi kurban langsung diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi pemilik karena sapi yang hendak dijual sebagai hewan kurban itu memiliki nilai ekonomi cukup besar.

Di sisi lain, kejadian tersebut juga menjadi perhatian warga terkait risiko penanganan hewan ternak berukuran besar, terutama saat proses pemindahan menjelang Idul Adha. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sapi masuk sumur #sapi kurban Klaten #evakuasi Damkar Klaten #Dusun Tinggen Duwet #sapi PO