RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memastikan jalur kereta api di wilayah operasionalnya aman dilalui pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tenggara Jember pada Selasa (27/5/2026).
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.39 WIB dengan magnitudo awal 5,1 yang kemudian diperbarui menjadi magnitudo 4,8. Pusat gempa berada sekitar 99 kilometer tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer pada koordinat 9,07 LS dan 113,82 BT.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, setelah gempa dirasakan, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) Daop 9 Jember langsung berkoordinasi dengan seluruh petugas stasiun di lintas Pasuruan hingga Ketapang.
“Sebagai langkah preventif yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 sempat dilakukan berhenti luar biasa (BLB) sambil menunggu hasil pemeriksaan prasarana,” ujarnya, dikutip Antara.
Sejumlah kereta yang sempat dihentikan sementara yakni KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang. Kedua rangkaian tersebut diberhentikan di Stasiun Kalisetail untuk menunggu hasil pengecekan kondisi jalur.
Petugas prasarana jalan rel dan jembatan kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel, jembatan, hingga fasilitas pendukung lainnya guna memastikan tidak ada dampak yang membahayakan perjalanan kereta api.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh lintas operasional di wilayah Daop 9 Jember dalam kondisi aman dan layak dilalui.
“Pada pukul 16.05 WIB seluruh lintas Daop 9 Jember dari Pasuruan sampai Ketapang, baik jalur maupun bangunan stasiun, dinyatakan aman dan tidak mengganggu operasional kereta api,” kata Cahyo.
Setelah dipastikan aman, perjalanan KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi kembali dilanjutkan dari Stasiun Kalisetail pada pukul 16.10 WIB. Kedua kereta mengalami keterlambatan sekitar 10 menit akibat penghentian sementara tersebut.
Sementara itu, sejumlah perjalanan kereta lainnya seperti KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen-Ketapang, KA Sri Tanjung relasi Yogyakarta-Ketapang, dan KA Logawa relasi Purwokerto-Ketapang tetap beroperasi normal sesuai jadwal.
KAI Daop 9 Jember menegaskan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Setiap potensi gangguan operasional, termasuk akibat bencana alam, akan ditangani melalui prosedur keselamatan secara ketat sesuai standar yang berlaku.
Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api juga diminta tidak khawatir karena operasional perjalanan dipastikan aman, nyaman, dan terkendali.
Editor : Lugas Rumpakaadi