RADARBANYUWANGI.ID – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Banyuwangi dan sejumlah daerah di Jawa Timur bagian selatan pada Selasa (26/5) sekitar pukul 16.15 WIB. Getaran gempa yang berpusat di laut dekat wilayah Jember itu sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah maupun tempat usaha.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,8 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meski hanya berlangsung dalam hitungan detik, guncangannya cukup terasa di sejumlah wilayah pesisir selatan Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Jember, hingga Lumajang.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, mengatakan gempa yang terjadi merupakan aktivitas tektonik di wilayah laut selatan Jawa Timur. Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tidak memicu gelombang tsunami.
“Gempa yang terjadi tadi berlangsung hanya dalam hitungan detik saja serta dipastikan tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Sejumlah warga Banyuwangi mengaku merasakan getaran cukup kuat terutama di kawasan permukiman dan perkantoran. Beberapa pegawai sempat keluar gedung untuk memastikan kondisi aman. Hal serupa juga terjadi di sejumlah pusat aktivitas masyarakat yang mendadak ramai akibat kepanikan sesaat.
Getaran gempa juga dilaporkan terasa di wilayah Jember dan beberapa daerah lain di Jawa Timur bagian selatan. Meski demikian, hingga Selasa petang belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal resmi pemerintah maupun media terpercaya.
Selain itu, masyarakat diimbau memahami langkah mitigasi sederhana ketika terjadi gempa bumi, seperti segera mencari tempat aman, menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, dan tidak menggunakan lift saat berada di gedung bertingkat.
Wilayah selatan Jawa Timur sendiri memang termasuk kawasan yang kerap mengalami aktivitas gempa tektonik karena berada dekat zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas pergerakan lempeng tersebut membuat kawasan pesisir selatan Jawa rawan terjadi gempa bumi dengan berbagai kekuatan.
Meski gempa kali ini tidak menimbulkan dampak besar, kejadian tersebut kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan gempa seperti Banyuwangi dan sekitarnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin