RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Tenggara Jember, Selasa (26/5/2026) pukul 15.39 WIB. Guncangan gempa yang berpusat 94 kilometer Tenggara Jember tersebut terasa hingga sejumlah daerah di Jawa Timur, mulai Jember sampai Banyuwangi.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 9,01 LS - 113,84 BT.
Merespons kejadian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember langsung mengambil langkah cepat dengan memastikan kondisi prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api di seluruh lintas operasional.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, setelah gempa dirasakan, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) Daop 9 Jember segera melakukan koordinasi dengan seluruh petugas stasiun di wilayah kerja Daop 9.
“Setelah merasakan adanya gempa bumi, Pusdalopka Daop 9 Jember yang berpusat di Jember langsung melakukan konfirmasi kepada semua petugas stasiun dari Pasuruan hingga Ketapang,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 Jember sempat dilakukan berhenti luar biasa (BLB). Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan kondisi jalur dan prasarana pascagempa.
Dua kereta api yang sempat dihentikan sementara yakni KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang. Kedua kereta tersebut berhenti sementara di Stasiun Kalisetail, Banyuwangi.
Petugas prasarana jalan rel dan jembatan kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, hingga fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh lintas operasional kereta api di wilayah Daop 9 Jember berada dalam kondisi aman.
“Setelah dilakukan konfirmasi dan juga pengecekan, pukul 16.05 WIB seluruh lintas Daop 9 Jember dari Pasuruan sampai Ketapang baik jalur maupun bangunan stasiun dalam kondisi aman dan tidak sampai mengganggu operasional kereta api,” terang Cahyo.
Setelah dipastikan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Kalisetail pada pukul 16.10 WIB dengan keterlambatan sekitar 10 menit.
KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Setiap potensi gangguan operasional, termasuk akibat bencana alam, akan selalu ditangani dengan prosedur keselamatan ketat sesuai standar operasional yang berlaku.
“Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api tidak perlu khawatir. KAI Daop 9 Jember berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkas Cahyo.
Editor : Lugas Rumpakaadi