RADARBANYUWANGI.ID - Euforia kemenangan Persib Bandung di ajang Super League berubah menjadi tragedi. Pesta juara yang digelar ribuan bobotoh di berbagai titik Kota Bandung sejak Sabtu (23/5) hingga Minggu malam (24/5) meninggalkan catatan kelam.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, ratusan warga mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan, sementara aparat menemukan tumpukan botol minuman keras di lokasi keramaian.
Pemerintah Kota Bandung menyebut situasi perayaan juara Persib kali ini menjadi salah satu yang paling padat dalam beberapa tahun terakhir.
Kepadatan massa di sejumlah ruas jalan utama memicu berbagai insiden, mulai kecelakaan lalu lintas, tindak kekerasan, hingga kedaruratan medis akibat berdesakan dan cuaca panas.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan korban meninggal pertama ditemukan di kawasan Cibiru. Korban diketahui berusia 21 tahun dan ditemukan dengan luka tusuk. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
“Dari data sementara ada 122 korban kecelakaan dan dua korban kekerasan. Salah satu korban kekerasan ditemukan meninggal dunia di wilayah Cibiru dan kasusnya masih didalami aparat kepolisian,” ujar Farhan.
Korban meninggal kedua ditemukan pada Minggu malam. Korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas yang berkaitan dengan konsumsi minuman keras saat konvoi berlangsung. Pemerintah kota menilai insiden tersebut menjadi alarm serius terkait pengawasan selama perayaan besar suporter sepak bola.
Ratusan Bobotoh Jalani Perawatan Medis
Selain korban meninggal dunia, Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat sedikitnya 241 orang mengalami gangguan kesehatan selama pesta juara berlangsung. Sebagian besar korban mengalami pingsan, sesak napas, dehidrasi, hingga kelelahan akibat terjebak dalam kerumunan massa yang sangat padat.
Kepala PSC Dinkes Kota Bandung Eka Anugrah mengatakan titik terparah berada di kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitar Cikapundung.
“Korban terbanyak berada di Pos Medis Cikapundung. Banyak warga yang mengalami kelelahan berat karena cuaca panas, lapar, haus, dan terlalu lama berada di tengah kerumunan,” jelas Eka.
Sementara itu, data kecelakaan menunjukkan sebanyak 122 kasus terjadi selama arus konvoi Persib juara. Dari jumlah tersebut, 39 korban harus dirujuk ke rumah sakit dan 26 lainnya menjalani perawatan intensif.
Minuman Keras Jadi Sorotan
Pemkot Bandung juga menyoroti maraknya konsumsi minuman keras selama perayaan berlangsung. Petugas menemukan tumpukan botol miras dalam jumlah besar di sejumlah titik keramaian.
“Kami bahkan menemukan sampah botol minuman keras sampai memenuhi satu mobil pikap. Setelah ini akan ada razia besar-besaran terhadap peredaran minuman keras,” tegas Farhan.
Pemerintah kota memastikan evaluasi total akan dilakukan terhadap pola pengamanan pesta suporter sepak bola ke depan. Pemkot juga mempertimbangkan pembatasan kegiatan konvoi besar untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.
Anak Hilang dan Warga Pingsan di Tengah Kerumunan
Kepadatan massa di pusat kota membuat sejumlah anak terpisah dari orang tua mereka. Petugas Dinas Perhubungan Kota Bandung mencatat sedikitnya 10 anak sempat menangis dan kehilangan keluarga di tengah kerumunan.
Petugas Dishub Kota Bandung Budiman menyebut lima orang dewasa juga sempat pingsan akibat berdesakan.
“Bagi warga yang membawa anak kecil, lansia, atau memiliki kondisi fisik yang tidak kuat, sebaiknya tidak memaksakan diri masuk ke pusat keramaian,” ujarnya.
Petugas gabungan terus melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah titik hingga Senin dini hari untuk memastikan situasi kembali kondusif. Aparat juga mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan konvoi berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Meski pesta juara Persib menjadi momen bersejarah bagi bobotoh, tragedi yang terjadi kali ini menjadi pengingat bahwa euforia olahraga tetap harus dibarengi kesadaran menjaga keselamatan bersama. (*)
Editor : Ali Sodiqin