Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebakaran Toko Kelontong di Pasar Tapanrejo Banyuwangi, Diduga Dipicu Korsleting Kulkas

Zamrozi Wahyu • Senin, 25 Mei 2026 | 14:00 WIB
DIBANTU WARGA: Mobil damkarmat dikerahkan untuk memadamkan api di salah satu toko kelontong Pasar Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (21/5). (Slamet Hariyadi for Radar Banyuwangi)
DIBANTU WARGA: Mobil damkarmat dikerahkan untuk memadamkan api di salah satu toko kelontong Pasar Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (21/5). (Slamet Hariyadi for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebakaran menggegerkan kawasan Pasar Desa Tapanrejo, Kamis siang (21/5). Sebuah toko kelontong milik pedagang setempat hangus dilalap api diduga akibat korsleting listrik pada kulkas yang berada di dalam toko.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu sempat memicu kepanikan pedagang dan pengunjung pasar. Kobaran api dengan cepat membesar lantaran banyak barang mudah terbakar berada di dalam toko, mulai makanan ringan hingga rokok.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Muncar Slamet Hariyadi mengatakan, toko yang terbakar diketahui milik Sucipto, 53, warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.

“Ya, ada kebakaran di salah satu toko area Pasar Tapanrejo,” ujarnya kemarin (22/5).

Menurut Slamet, kebakaran bermula dari korsleting listrik yang terjadi pada sebuah kulkas di dalam toko. Sebelum api membesar, warga sempat mendengar suara seperti ledakan kecil dari arah kulkas tersebut.

“Awalnya terdengar suara mirip ledakan dari kulkas lalu keluar api. Api itu kemudian merembet ke area sekitar,” katanya.

Saat kejadian, kondisi toko dalam keadaan tutup sehingga kobaran api baru diketahui warga setelah asap tebal membumbung dari dalam bangunan.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap langsung berhamburan mendekat untuk memberikan pertolongan. Dengan alat seadanya, mereka berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke kios lain di area pasar.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke aparat pemerintah desa, TNI, Polri, hingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi.

“Tak berselang lama petugas gabungan datang. Tim Damkarmat mengerahkan mobil pemadam api,” jelas Slamet.

Petugas damkar berjibaku memadamkan kobaran api selama lebih dari satu jam. Lokasi pasar yang cukup padat serta banyaknya material mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Api baru benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

Slamet menyebut sebagian besar isi toko ikut hangus terbakar. Barang dagangan seperti makanan ringan, minuman kemasan, rokok, hingga perlengkapan kebutuhan harian tidak berhasil diselamatkan.

“Banyak isi toko yang ikut terbakar. Mulai snack, rokok, dan barang dagangan lainnya,” ujarnya.

Petugas Damkar Srono, Saden, membenarkan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada kulkas.

“Korsleting listrik pada kulkas sehingga membakar barang-barang yang ada di sekitarnya,” katanya.

Ia memastikan saat api pertama kali muncul tidak ada orang di dalam toko karena kondisi kios sedang tutup.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pemilik toko dan pelaku usaha agar rutin memeriksa instalasi listrik serta peralatan elektronik, terutama di area pasar yang dipenuhi material mudah terbakar dan rawan memicu kebakaran besar. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pasar Tapanrejo #toko kelontong terbakar #Damkarmat Banyuwangi #kebakaran Banyuwangi #Korsleting Listrik