RADARBANYUWANGI.ID - Suasana pagi di kawasan pesisir Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mendadak gempar, Jumat pagi (22/5). Seorang pemancing lanjut usia ditemukan meninggal dunia secara mendadak di area muara pantai saat sedang mencari ikan.
Korban diketahui bernama Ahmad Kusaini, 70, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung. Lansia yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut diduga meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya kambuh saat memancing di tepi pantai.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua remaja setempat yang juga sedang mencari ikan di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Pesanggaran Maskur mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan muara Pantai Lampon.
“Mayat itu pertama kali ditemukan pemancing lain. Keduanya saat itu tengah mencari ikan,” ujarnya.
Dua saksi yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut adalah Arjuna Wijaya, 17, dan Ananda Arya Yoga Wiguna Putra, 17.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya datang seorang diri ke kawasan muara sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu korban sempat berbincang santai dengan salah satu saksi sebelum mulai memancing di sekitar bibir pantai.
Namun sekitar satu setengah jam kemudian, kondisi mendadak berubah.
Saksi melihat korban tiba-tiba roboh dan jatuh dalam posisi tengkurap di area sekitar muara.
“Saksi sempat berusaha menolong dan berteriak meminta bantuan warga sekitar pantai,” terang Maskur.
Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Petugas medis dari Puskesmas Pesanggaran juga segera diterjunkan ke tempat kejadian.
Sayangnya, saat dilakukan pemeriksaan awal, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Jajaran kami langsung ke tempat kejadian perkara untuk melakukan identifikasi. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pesanggaran untuk diperiksa kondisinya,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.
Petugas hanya menemukan bekas goresan ringan di bagian tubuh korban yang diduga muncul akibat tersangkut akar tanaman saat korban terjatuh di area muara.
“Tidak ada luka baru atau tanda penganiayaan. Hanya ada bekas goresan kulit mengelupas yang diduga kuat akibat tersangkut akar tanaman di sekitar muara saat korban terjatuh,” jelasnya.
Polisi sempat menyarankan agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun pihak keluarga menolak tindakan tersebut.
Keluarga menyebut korban memang memiliki riwayat penyakit stroke dan beberapa kali mengalami gangguan kesehatan sebelumnya.
“Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. Mereka juga membuat surat pernyataan resmi menolak autopsi,” ujar Maskur.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama lansia dengan riwayat penyakit kronis, agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan pesisir yang memiliki medan cukup berat dan minim akses pertolongan cepat. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin