RADARBANYUWANGI.ID - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (24/5). Sebuah truk tronton bermuatan batu bara terguling setelah mengalami rem blong saat melintas di Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi.
Insiden tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar karena ukuran kendaraan yang besar dan posisi truk yang terguling di sisi jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sopir hanya mengalami luka ringan, sedangkan kernet selamat tanpa luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk tronton warna hijau bernomor polisi B 9332 SYV itu melaju dari arah utara menuju selatan. Kendaraan tersebut membawa muatan batu bara dan dikemudikan oleh Cator Winarso, warga Desa/Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Sementara itu, kernet truk diketahui bernama Koderi, 55, warga Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Gatot Dri Handoko mengatakan, kecelakaan diduga dipicu sistem pengereman kendaraan yang tiba-tiba tidak berfungsi saat melintas di lokasi kejadian.
“Truk Tronton itu melaju dari arah utara,” katanya.
Sesampainya di Jalan Raya Rogojampi, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Gladag, kendaraan besar tersebut diduga mengalami rem blong. Sopir yang panik kemudian berusaha menghindari kemungkinan tabrakan dengan kendaraan lain di jalan raya.
Dalam kondisi darurat, sopir memutuskan membanting setir ke arah kiri jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang lebih fatal.
“Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), truk tiba-tiba mengalami rem blong. Akhirnya sopir memutuskan banting setir ke kiri,” ujar Gatot.
Akibat manuver tersebut, truk akhirnya terperosok ke dalam parit di pinggir jalan sebelum terguling. Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Meski kondisi kendaraan rusak, sopir dan kernet berhasil selamat. Sopir hanya mengalami luka lecet pada bagian betis kiri dan langsung mendapatkan penanganan.
“Kendaraan itu kemudian terperosok ke parit dan kemudian terguling,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan arus lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Proses evakuasi truk sempat menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Ipda Gatot menuturkan, hingga saat ini kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material akibat kecelakaan tersebut. Namun, dipastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu.
“Kerugian material masih dalam penyelidikan, sedangkan korban jiwa nihil,” pungkasnya.
Kecelakaan akibat rem blong kembali menjadi perhatian di jalur padat kendaraan Banyuwangi. Polisi mengimbau para pengemudi kendaraan berat untuk rutin memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman sebelum melakukan perjalanan jauh guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin